Maulid Syaraful Anam

Dan (diriwayatkan) dari Abdullah bin Wahab, dari bibinya telah berkata: “Sungguh kami telah mendengar (siti) Aminah ketika beliau mengandung Rasulullah SAW berkata: “Aku tidak merasa akan kehamilanku dan aku tidak merasa (adanya beban) berat ataupun rasa sakit (karena kehamilanku) sebagaimana yang dirasakan oleh wanita-wanita (lain ketika mereka hamil), kecuali yang tidak aku akui (kalau aku masih bersuci untuk) mengangkat (hadats) haidl. Dan telah datang kepadaku seorang laki-laki, sedangkan aku antara tidur dan jaga (dalam mimpi), lalu ia bertanya padaku: “Apakah kamu merasa bahwa kamu hamil?” lalu seolah-olah aku menjawab: “Aku tidak tahu sama sekali”, kemudian ia berkata (lagi): “Sesungguhnya kamu telah mengandung (calon) pemimpin umat ini dan sebagai nabi mereka, yaitu (sang pemberi) petunjuk (sekaligus pembawa rahmat) bagi semesta alam (ini)”, dan kejadian itu terjadi pada hari senin. (Sitti Aminah) berkata: “Kejadian itu adalah salah satu yang meyakinkan aku akan kehamilanku. Ketika dekat (waktu) persalinan, orang yang pernah datang itu datang lagi padaku seraya berkata: “Ucapkanlah olehmu  :

اعيذه بالواحد الصمد من شر كال ذى حسد

ِArtinya :

”Aku memohon perlindungan untuknya (anak ini) kepada (pemeliharaan) Dzat Yang Maha Esa, Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, dari kejahatan setiap (orang atau makhluk lainnya) yang memiliki (di hatinya ada) kedengkian (terhadapnya)”. (Sitti Aminah) berkata: “maka akupun mengucapkan (do’a) itu dan aku selalu mengulang-ulangnya.

(Ada sebuah riwayat) yang menyatakan: “Ketika Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Perkasa hendak menampakkan sebaik-baik ciptaan-Nya yaitu Muhammad SAW, (Allah) memerintahkan Jibril untuk mengambil tanah dari tempat yang sangat mulia, maka iapun mengambilnya kemudian dibawa mengelilingi surga-surga an-Na’im dan dicelupkan dalam sungai-sungai surga at-Tasnim, lalu dibawa menghadap kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi  Maha Agung. Dan (ketika berhadapan dengan Allah,) mengalirlah keringat dari (tanah) itu, (pen: kata “thinah” kami artikan “tanah” menurut arti bahasanya, namun kami tidak tahu apa arti yang sebenarnya yang sesuai dengan kehendak pengarang kitab ini. Dan  dalam riwayat lain diceritakan bahwa nur tersebut mengalirkan keringat karena gemetar dan sangat malu ketika berhadapan dengan Dzat Yang Maha Indah) maka Allah menciptakan dari keringat itu nur semua nabi yang mulia. (Jadi) Semua nabi diciptakan (oleh Allah) dari Nur Muhammad SAW. Kemudian dititipkanlah tanah itu pada muka (wajah) Nabi Adam dan dimasukkan kedalamnya an-Nur yang telah terdahulu kemuliaannya dan terdepan, sebab itulah semua golongan malaikat al-muqarrabin sujud kepada Adam (alaihissalam). Kemudian Allah membebankan kepada Adam perjanjian-perjanjian dan janji-janji yang harus ditepati saat (Allah) menyuruh semua malaikat sujud kepadanya, (perjanjian itu yaitu:) Jangan sampai (Nabi Adam) menitipkan An-Nur itu, kecuali kepada ahlul karom wal jud (orang-orang mulia dan terpuji) yang suci dari kotoran dan kekufuran.

Maka berproseslah perpindahan An-Nur itu dari wajah orang-orang pilihan dan mulia kepada rahim-rahim wanita pilihan lagi mulia, sehingga sampailah pilihan dan kemulian ini kepada Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Dan tibalah saatnya memenuhi perjanjian ini, akan terbit di jagad raya ini cahaya kebahagiaan yang akan menyebar ke seluruh penjuru alam semesta karena lahirnya penutup kenabian.

(Ketika Abdullah mendapat titipan An-Nur di wajahnya) Terbukalah (terbelalak karena terpesona) semua mata (yang memandang) kepada Abdullah, karena atasnya (darinya) telah terbit

(pancaran) cahaya-cahaya (terindah, dan karena ia) dipakaikan (dihiasi dengan) pakaian terindah. (Kalau) ia berbicara (maka ia berbicara dengan gaya bahasa yang sangat indah) yaitu memenuhi kriteria (Ilmu) Bayan dan (Ilmu) Al Fashahah. Semua wanita mendambakannya dan berangan-angan sebari berkata: “Duhai Abdullah, betapa beruntungnya wanita yang menerima titipan yang sangat berharga itu”.

Hanya rahim Aminah (yang terpilih untuk menerima titipan tersebut) yang terhindar serta suci  dari kotoran dan kekeruhan, dialah wanita terkemuka Bani Najjar. Terkumpullah kesempurnaannya (Abdullah) dengan kesempurnaannya (Aminah), terhubunglah talinya dengan talinya, nampaklah kejernihan yakinnya (Aminah), terhimpunlah rahim atas janinnya, bersinar terang harum dan wangilah Nur Nabi SAW di dahi dan keningnya (Aminah).

–         Bulan pertama dari bulan-bulan kehamilannya telah datang dalam mimpinya Nabi Adam  dan memberitahukan bahwa ia mengandung (manusia) yang termulia di dunia.

–          Bulan kedua datang dalam mimpinya Nabi Idris dan mengatakan akan kebesaran Nabi Muhammad SAW dan eksistensinya yang sangat berharga.

–         Bulan ketiga datang dalam mimpinya Nabi Nuh dan berkata padanya: “Sesungguhnya engkau mengandung pemilik pertolongan dan kemenangan”.

–         Bulan keempat datang dalam mimpinya Nabi Ibrahim yang mulia menyebutkan padanya keutamaan Nabi Muhammad SAW dan kedudukannya yang sangat mulia.

–         Bulan kelima datang dalam mimpinya Nabi Ismail yang memberikan kabar gembira bahwa anaknya adalah pemilik kebesaran dan kemuliaan.

–         Bulan keenam datang dalam mimpinya Nabi Musa Al Kalim dan memberitahukan kepadanya akan martabat Nabi Muhammad SAW dan pangkat kehormatan kedudukannya yang sangat agung.

–         Bulan ketujuh datang dalam mimpinya Nabi Daud yang memberitahukannya bahwa ia mengandung pemilik kedudukan yang terpuji, pemilik telaga surga (pen: + air yang mengalir dari tangan beliau, yang merupakan salah satu mu’jizat beliau), pembawa panji aqidah kemulian dan kebaikan, dan mengabarkan bahwa anaknya adalah pemilik kedudukan yang terpuji.

–         Bulan kedelapan datang dalam mimpinya  Nabi Sulaiman  dan mengabarkan bahwa ia mengandung (calon) Nabi akhir zaman.

–         Bulan kesembilan datang dalam mimpinya Nabi Isa Al Masih dan berkata padanya: “Sesungguhnya engkau telah dikhususkan dengan (untuk melahirkan calon Rasul sebagai) penampakan agama yang benar (Islam) dan lisan yang fasih (Al-Qur’an & Al-Hadits).

Dan setiap nabi (yang datang dalam mimpinya) mengatakan kepadanya: “Hai Aminah, apabila engkau telah melahirkan matahari kemenangan  dan cahaya petunjuk ini, maka namakanlah ia Muhammad”.

Ketika ia (siti Aminah) berusaha melepaskan persalinannya, tidak seorangpun dari manusia mengetahui (apa yang terjadi) padanya. (Pada saat itu) Ada banyak telapak tangan yang ditadahkan )ke langit) untuk (berdo’a) menyampaikan keluhan-keluhan (Aminah) (pen: Siti Aminah tentunya sangat sedih atas keadaannya seorang diri yang tidak didampingi oleh orang-orang yang dicintainya, seperti suaminya yang sangat dicintainya yang telah meninggal di negri Syam karena sakit dalam rangka mencari sesuatu yang diinginkan siti Aminah waktu mengidam. Dan banyak lagi kesedihan-kesedihan zhahir dan bathin yang penerjemah tidak mengetahuinya) kepada Dzat Yang Maha Mengetahui rahasia dan kata-kata lirihnya (yang diucapkan siti Aminah).  Telapak-telapak tangan itu adalah yang ditadahkan oleh Siti Asiah istri Fir’aun, Siti Maryam putri Imran dan semua bidadari-bidadari cantik (dari surga firdaus) yang telah menyinari tempat (persalinan) itu dengan kecantikan, keindahan dan keelokan mereka, sehingga sirnalah semua kesedihan  dan duka cita yang dialami oleh siti Aminah.

Wallahu A’lam bisshawab

Penulis mengakui bahwa terjemahan singkat ini sangat jauh dari kesempurnaan, masih banyak kesalahan ataupun kekeliruan, karena masih banyak kosa kata yang belum penerjemah ketahui dan sedikitnya pengetahuan penerjemah mengenai atauran-aturan menerjemahkan Bahasa Arab, dan bagi yang menemukan kesalahan tsbt harap memperbaikinya. Namun penerjemah berharap mudah-

mudahan terjemahan ini dapat mendekatkan pembaca kepada kepahaman.

Semoga Allah SWT meridlai dan memberikan manfaat

di dunia dan di akhirat. Amin.

Ponpes Mujahidin Marabahan             Ustazd Bustanur, S.Pd

ooooooooooooOOOooooooooooooooo

Do’a baik diamalkan untuk ibu hamil

بسم الله الرحمن الرحيم

Diriwayatkan oleh Hamam bin Sa’id dari Abu Hurairah radhialallhu anhu, ia berkata : Nabi Isa bin Maryam as dan Nabi Yahya bin Zakaria as, pada suatu hari berjalan ke suatu daerah. Tiba tiba beliau berdua mendengar suara wanita yang mengerang-ngerang kesakitan karena sulit melahirkan. Maka Nabi Isa as berkata kepada Nabi Yahya : “Bacakanlah do’a ini kepadanya “ Kemudoan setelah dibacakan do’a diatas, tidak begitu lama lahirlah anaknya dengan mudah.

Bila ada wanita yang sulit melahirkan anak, maka perintahkanlah dia untuk membaca do’a ini :

حنا ولدت مريم  ومريم ولدت عيسى اخرج ايها المولود بقدرة المللك المعبود

( Hanaa waladat maryam wa maryam waladat ‘isa, uhruj aiyuhalmauludu biqad ratil malikil ma’bud )

Artinya :

Hana melahirkan Maryam, dan Maryam melahirkan Isa, Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan kekuasaan Allah raja yang disembah.

 

Sumber: http://parukunanjamaludin.wordpress.com/doa/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s