09 Ulama Abad 9 H

Ulama-ulama besar madzhab Syafi’i dalam abad ke IX atau yang wafat dalam abad ke IX H. adalah diantaranya sebagai berikut :
65. Ibnu Ruslan (wafat 844 H.).
Nama lengkap beliau Ahmad bin Husein bin Hasan bin Ruslan, dimasyhurkan dengan nama pendek, Ibnu Ruslan. Lahir di Ramlah Palestina tahun 773 H.
Guru-guru beliau adalah:
1. Ibnul Haim, Ibnul Garabili, As Syihab al Ba’uni dalam ilmu fiqih.
2. Ibnul ‘Ala dan lain-lain dalam ilmu Hadits.
3. Ibnul Haim, ‘Umadi, Muhibul Qasi dan lain-lain dalam ilmu Nahwu.
Beliau banyak mengarang kitab diantaranya:
1. Matan Zubad, yaitu fiqih Syafi’i dalam bentuk sya’ir.
2. Sya’ir qiraat yang tiga tentang bacaan Al-Quran.
3. Syarah Hadits Bukhari.
4. Syarah Sunan Abu Daud.
5. Syarah Minhaj al Baidhawi.
6. Syarah Adzkarun Nawawi.
7. Dan banyak lagi yang lain.
Kitab Matan Zubad, yaitu fiqih Syafi’i dengan bentuk sya’ir terpakai hampir di seluruh Madrasah Syafi’iyah bagian Ibtidaiyah di Indonesia. Kitab Matan Zubad dari Ibnu Ruslan adalah kitab yang baik sekali untuk dipakai sebagai pelajaran dasar dari fiqih Syafi’i, karena selain susunannya terang, juga cukup lengkap dari bab Thaharah sampai bab Ummahatul Aulaad dan ditutup dengan sya’ir tentang tasauf yang sangat baik sekali.
Beliau wafat bulan Sya’ban tahun 844 H. di Baitul Muqaddas Palestina dan bermakam di situ.
66. AI MahaIIi (wafat 835 H.).
Nama beliau ini Jalaluddin al Mahalli, dilahirkan di Kairo di Mahalli al Kubra pada tahun 769 H. dan meninggal tahun 835 H. Al Mahalli inilah pengarang kitab Al Mahalli yang mensyarah kitab Minhajut Thalibin, karangan Imam Nawawi. Kitab al Mahalli ini dipakai di seluruh sekolah agama kelas tinggi di seluruh Indonesia dan boleh dikatakan sekalian Ulama Syafi’i di Indonesia mempelajari dan memakai kitab ini.
Imam Jalaluddin al Mahalli pengarang sebagian dari Tafsir-Jalalein, karena tafsir itu dikarang berdua dengan Jalaluddin as Suyuthi, sehingga tafsir ini diberi nama “Jalalein” yang berarti dua orang Jalaluddin. Tafsir Jalalein ini dipakai pula hampir di seluruh sekolah agama di Indonesia dari dulu sampai sekarang.
Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin ‘Ali bin Muhammad Abdul Fadhli al Kinani as Syafi’i, yang masyhur dengan nama “Al ‘Asqalani” saja, lahir di Mesir tahun 773 H. dan wafat tabun 852 H. dalam usia 79 tahun. Pada waktu muda remaja beliau menghafal kitab al Hawi karangan Al Mawardi dan kitab Mukhtasar karangan lbnul Hajib. Tidak lama beliau berangkat ke Mekkah dan belajar menambah ilmunya di sana dengan Syeikh al ‘Iz bin Jama’ah dan lain-lain ulama fiqih Syafi’i. Beliau pernah menjadi Qadhi seluruh Mesir selama 21 tahun di mana beliau menjadi hakim dalam Madzhab Syafi’i. Beliau banyak sekali mengarang kitab-kitab dalam bermacam-macam vak, tetapi karangannya yang sangat terkenal ialah Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari, 17 jilid. Khabarnya karya beliau sampai 150 buah kitab agama yang semuanya bermutu tinggi, terpakai dalam sekolah-sekolah tinggi dan bahkan menjadi “kitab hadiah” yang dihadiahkan antara raja dengan raja.
Diantara karangan beliau adalah
1. Fathul Bari, syarah Bukhari (17 jilid) yang dikarang selama 29 tahun, dari tahun 813 H. sampai tahun 842 H.
2. Kitab Bulughul Maram, kitab Hadits yang telah disyarahkan oleh as Shan’ani dengan nama “Kitab Subulus Salam”.
3. Al Ishabah fi asmais Shabah.
4. Tahdzibut Tahazib.
5. Talkhisul Habir.
6. Dan lain-lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s