12 Ulama Abad 12 H

Ulama-ulama Madzhab Syafi’i yang wafat pada abad ke XII H. adalah :
75. Ibrahim Al Kurani (wafat 1101 H.)
Nama lengkap beliau adalah Abul ‘Irfan Burhanuddin, Ibrahim bin Hasan al Kurani, berasal dari suku Kurdi dan tinggal menetap di Madinah al Munawarah. Beliau dikenal juga sebagai ulama ahli Tharikat Naqsyabandiyah, dan ahli dalam berbagai ilmu agama seperti ilmu hadits, ilmu fiqih, ilmu akal dan naqal. Banyak kitab karangannya, sehingga samapai 100 kitab. Daftar lengkap judul karangannya ada dalam kitab Hidayatul ‘Arifin, karangan Ismail Basya al Bagdadi, jilid I hal 35 – 36. Diantara karangannya adalah :
1.       Ittihaful Khalaf bitahqiqi Madzhabis Salaf (Uraian madzhab salaf dalam I’tiqad)
2.       Maslakul Insyaad ilal Hadits al Waridah fil Jihad (hadits yang bertalian dengan perang sabil)
3.       Syarah kitab al Awamil, karangan  al Jurjani (nahwu)
4.       Ibda’un Ni’mah bitahqiqi Sabqin Ni’mah (aqidah)
5.       Tanbihul ‘Uuqul (Untuk menolak paham wahdatul wujud)
Ibrahim al Kurani wafat di Madinah pada tahun 1101 H.
76. Sayyid Husein Al Qadiri (wafat 1184 H.)
Berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan sekarang. Beliau bersama 4 orang kawannya yaitu Sayyid Abu Bakar Alaydrus, Sayyid Umar Husein as Saqaf, Sayyid Muhammad bin Husein al Quraisyi, yang semuanya berasal dari keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke Indonesia pada abd ke XII H. (ketika itu masih bernama Hindia Belanda). Sayyid Husein al Qadiri adalah ulama Islam penganut faham Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermadzhab Syafi’i. Tujuan ke Indoensia untuk mengembangkan Agama Islam yang suci ke Pula-pulau Indonesia yang luas dan banyak. Beliau sampai di pulau Sumatera di daerah Aceh, yang ketika itu Islam di Aceh sudah berkembang.
Sayyid Abu Bakar tinggal di Aceh, Sayyid Umar Husein ditugaskan tinggal dfan mengajar Agama Islam di Siak Sri Indrapura, yang kemudian terkenal dengan nama “Tuan Besar Siak”, dan Sayyid Muhammad Husein menuju Trenggano, sebuah negeri di Malaysia. Adapun Sayyid Husein al Qadiri, pada mulanya sampai Batavia dan Semarang, tapi kemudian beliau datang ke Matan, sebuah daerah di Kalimantan Barat. Disinilah beliau lama mengambangkan Islamdengan bantuan Sultan Matan, seorang raja yang beragama Islam. Di Matan beliau menjadi muballigh kenamaan, dan kawin dengan orang tempatan dan mempunyai anak. Sampai sekarang dzurriyatnya banyak terdapat di Matan. Kemudian beliau pindah ke Mempawah, sebuah tempat di Kalimantan Barat juga atas undangan Raja Mempawah Upu Daeng Menambon, dan menyiarkan agama Islam, agama tauhid dan banyak menumpas ahli sihir yang banyhak ketika itu di Mempawah.
Kalau dilihat dari zamannya beliau terdahulu dari Syeikh Arsyad Banjar (wafat 1227 H.), tetapi Syeikh Arsyad Banjar mengembangkan Islam di Kalimantan Selatan. Sayyid Husein al Qadiri wafat dan bermaqam di kampong Galah Herang Mempawah pada tahun 1184 H. dalam usia 64 tahun.
77. Ahmad as Suja’i (wafat 1197 H.)
Nama lengkapnya Ahmad bin Syahabuddin, Ahmad bin Muhammad as Syafi’i al Mishri Anshari, lulusan Universitas Al Azhar Kairo. Beliau mengarang kitab :
1.       Al Ahraz fi Anwail Majaz (Balaghah)
2.       Syarah Mukhtashar Abi Jamrah, karangan Bukhari (hadits)
3.       Fathul Jalil Syarah Ibnu Ail (Nahwu)
4.       Fathul ghaffar, Mukhtashar al Adzkar karangan Imam Nawawi
5.       Fathul Mannan (Kisah Rasul-ral dalam Quran)
6.       Manasik haji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s