Mukjizat Penglihatan Nabi SAW

MU’JIZAT PADA PENGLIHATAN RASULULLOH SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM.
Dinukil dari kitab Al Khoshoisul Kubro Imam Suyuti
بَاب المعجزة والخصائص فِي عَيْنَيْهِ الشريفتين
قَالَ الله تَعَالَى
{مَا زاغ الْبَصَر وَمَا طَغى}
Allah ta’ala berfirman :
” Penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.”
(an najm ayat 17)

أخرج ابْن عدي وَالْبَيْهَقِيّ وَابْن عَسَاكِر عَن عَائِشَة قَالَت كَانَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يرى فِي الظلماء كَمَا يرى فِي الضَّوْء
dari ‘aisyah berkata:
” adalah Rasululloh sholallohu alaihi wasallam bisa melihat dalam kegelapan sebagaimana beliau melihat dalam terang benderang.”
(HR. imam ibnu ‘adiy, al baihaqy dan ibnu asakir.)

وَأخرج الْبَيْهَقِيّ عَن ابْن عَبَّاس قَالَ كَانَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يرى بِاللَّيْلِ فِي الظلمَة كَمَا يرى بِالنَّهَارِ فِي الضَّوْء
dari ibnu abbas berkata:
” adalah Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bisa melihat di kegelapan malam sebagaimana beliau melihat di terangnya siang.”
(HR. imam al baihaqy.)

واخرج الشَّيْخَانِ عَن أبي هُرَيْرَة ان رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ هَل ترَوْنَ قِبْلَتِي هَا هُنَا فوَاللَّه مَا يخفى عَليّ ركوعكم وَلَا سُجُودكُمْ إِنِّي لأَرَاكُمْ من وَرَاء ظَهْري
dari abu hurairoh sesungguhnya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:
” apakah kalian melihat kiblatku di sini, demi Allah tiadalah samar bagiku rukuk kalian dan tdk pula sujud kalian, sesungguhnya aku benar2 melihat kalian dari belakang punggungku.”
(HR. imam bukhori dan muslim.)

وَأخرج مُسلم عَن انس ان رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ يَا أَيهَا النَّاس إِنِّي امامكم فَلَا تسبقوني بِالرُّكُوعِ وَلَا بِالسُّجُود فَإِنِّي أَرَاكُم من أَمَامِي وَمن خَلْفي
dari anas sesungguhnya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” wahai manusia, sesungguhnya aku adalah imam kalian maka janganlah kalian mendahuluiku dalam rukuk dan sujud , sesungguhnya aku bisa melihat kalian dari depanku dan dari belakangku.”
(HR. imam muslim.)

واخرج عبد الرَّزَّاق فِي جَامعه وَالْحَاكِم وَأَبُو نعيم عَن أبي هُرَيْرَة أَن النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ إِنِّي لأنظر إِلَى مَا ورائي كَمَا انْظُر الى مَا بَين يَدي
dari abu hurairoh sesunguhnya Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda:
” sesungguhnya aku benar2 bisa melihat pada apa yg ada dibelakangku sebagaimana aku melihat apa yg ada di depanku.”
(HR.Imam abdur rozak dalam kitab jami’nya, imam hakim dan juga abu nu’aim.)

وَأخرج ابو نعيم عَن ابي سعيد الْخُدْرِيّ قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم إِنِّي اراكم من وَرَاء ظَهْري
dari abu sa’id berkata, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:
” sesungguhnya aku bisa melihat kalian dari belakang punggungku .”
(HR.imam abu nu’aim.)

واخرج الْحميدِي فِي مُسْنده وَابْن الْمُنْذر فِي تَفْسِيره وَالْبَيْهَقِيّ عَن مُجَاهِد فِي قَوْله {الَّذِي يراك حِين تقوم وتقلبك فِي الساجدين} قَالَ كَانَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يرى من خَلفه من الصُّفُوف كَمَا يرى من بَين يَدَيْهِ
dari mujahid dalam firman Allah :
” Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang)
dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.”
(as syu’ara ayat 218-219)

beliau berkata : ” adalah Rasululloh shollallohu alaihi wasallam melihat orang yg dibelakangnya yaitu barisan2 sholat, sebagaimana Rasululloh melihat orang yg didepannya.”
( HR. Imam humaidi dlm musnadnya, ibnu mundzir dalam tafsirnya dan al baihaqy)

قَالَ الْعلمَاء هَذَا الإبصار إِدْرَاك حَقِيقِيّ خَاص بِهِ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم انخرقت لَهُ فِيهِ الْعَادة ثمَّ يجوز ان يكون بِرُؤْيَة عَيْنَيْهِ انخرقت لَهُ فِيهِ الْعَادة أَيْضا فَكَانَ يرى بهما من غير مُقَابلَة لِأَن الْحق عِنْد أهل السّنة ان الروية لَا يشْتَرط لَهَا الْمُقَابلَة عقلا وَلذَا حكمُوا بِجَوَاز روية الله تَعَالَى فِي الْآخِرَة
para ulama’ berkata ” penglihatan ini adalah penglihatan secara sebenarnya yg dikhususkan bagi Nabi shollallohu alaihi wasallam yg melampaui dari adat kebiasaan.
Dan boleh saja penglihatan ini dengan kedua mata beliau yg juga melampaui adat, jadi beliau melihat dengan kedua matanya dengan tanpa berhadap2 an, karena yg haq menurut ahlus sunah bahwa melihat itu tdk disyaratkan dengan menghadap secara akal, oleh sebab itulah mereka menghukumi bolehnya melihat Allah ta’ala di akherat,

وَقيل كَانَت لَهُ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم عين خلف ظَهره يرى بهَا من وَرَائه دَائِما وَقيل كَانَ بَين كَتفيهِ عينان مثل سم الْخياط يبصر بهما لَا يحجبهما ثوب وَلَا غَيره
Dan dikatakan bahwa Rasul shollallohu alaihi wasallam mempunyai mata dibelakang punggungnya yg bisa melihat orang di belakangnya selamanya.
dikatakan pula bahwa di antara tulang belikat Nabi ada dua mata seukuran lobang jarum, beliau bisa melihat dengan keduanya, pakaian dan yg lainnya tdk bisa menghalangi kedua mata tsb.

wallhu a’lam.
الخصائص الكبرى
جلال الدين السيوطي
Semoga sholawat dan salam senantiasa terlimpah curahkan kepada beliau…
Aamiin….

 

Sumber  http://teloragen5.blogspot.co.id/2014/12/penglihatan-mata-nabi-muhammad-saw.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s