Ulama’ Salaf Shalih Sibuk Mencela Diri Sendiri

Nama kitab: Tanbihul Mughtarrin
Karya: Saikhul Islam Al-Hafizh Al-Muhaddits Syeikh Abdul Wahab Asy-Sya’rani
Tahun lahir & wafat: 898-973 H. / 1493-1565 M.
Tebal: 311 halaman
Cetakan: Darul Kutub al-Islamiyyah, Kalibata – Jakarta Selatan

Kitab Tanbihul Mughtarrin, karya Saikhul Islam

Di dalam kitab “Tanbihul Mughtarrin”, karya Syaikhul Islam Syeikh Abdul Wahab asy-Sya’rani ( 898-973 H. / 1493-1565 M.), halaman 200, cetakan “Darul Kutub al-Islamiyyah”, Kalibata, Jakarta Selatan, diterangkan bahwa di antara akhlak-akhlak ulama salaf shalih adalah sibuk mengurusi ‘aib-‘aib diri mereka sendiri, bukan sibuk mengurusi ‘aib-‘aib orang lain. Karena, mereka mengamalkan firman Allah SWT:

وَفِيۤ أَنفُسِكُمْ أَفَلاَ تُبْصِرُونَ

Artijnya:” Dan di dalam dirimu. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?” (Q.S. Adz-Dzariyat {51}: 21).

Dan, mengamalkan hadits Nabi SAW:

طوبي لمن شغله عيبه عن عيوب الناس , و أيضا فان المطلع علي عيوب الناس معدود من جملة الشياطين أي البعداء من رحمة الله تعالي , و أهل الله لايرضون لنفوسهم أن يكونوا كذلك

Artinya:
———-
“Limpahan kebaikan yang banyak bagi orang yang sibuk mengurusi ‘aib {cela}-nya, bukan sibuk mengurusi ‘aib orang lain.Juga, sungguh orang yang suka memperlihatkan ‘aib-‘aib orang lain tergolong ke dalam kelompok setan, tegasnya orang-orang yang jauh dari rahmat Allah SWT. Sedangkan, Ahli Allah tidak ridho diri mereka berada pada kelompok orang-orang seperti itu.”

Kitab Tanbihul Mughtarrin hal 200

و كان يحيي بن معاذ رحمه الله تعالي يقول : من عقل العاقل أن لا يعير أحدا بذنب , فاني ربما عيرت أحدا بذنبه فابتليت بذلك الذنبفي بعد عشرين سنة . و قد بلغنا أن عيسي عليه السلام كان يقول : لا تنظروا في عيوب الناس كأنكم أرباب , و انظروا في عيوبكم لأنكم عبيد . فان الناس رجلان : مبتلي و معافي , فارحموا أهل البلاء و اشكروا الله علي العافية

Artinya:
———

Yahya bin Mu’adz, semoga Allah merahmatinya, berkata: “Akalnya orang yang berakal tidak akan pernah mencela seseorang karena melakukan perbuatan dosa. Maka, sungguh aku mencela seseorang karena melakukan perbuatan dosa, kemudian aku dicoba (ditimpa musibah) dengan perbuatan dosa itu setelah dua puluh tahun kemudian.”

Telah sampai kepada kami bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam berkata: “Janganlah engkau memandang ‘aib-‘aib orang lain seakan-akan engkau Tuhan ! Dan, pandanglah ‘aib-aib engkau sendiri, karena sesungguhnya engkau adalah seorang budak (hamba sahaya) !”

Manusia itu ada dua macam, yaitu: 1. Mubtala. Artinya: orang yang dicoba, 2. Mu’afa. Artinya: orang yang diberi ‘afiah (kesehatan / keselamatan). Maka, kasihanilah ahli cobaan (orang-orang yang diberi cobaan atau ditimpa musiabah] ! Dan, bersyukurlah kepada Allah atas ‘afiah (keselamatan) yang diberikan-Nya kepadamu !

و قد كان رابعة العدوية رحمها الله تقول : ان العبد اذا ذاق محبة الله تعالي أطلعه علي مساوي عمله فشغله بها عن مساوي الناس

Artinya:
———-

Siti Rabi’ah al-‘Adawiyah, semoga Allah merahmatinya, berkata: “Sungguh, apabila seseorang telah merasakan kecintaaan kepada Allah (mahabbatullah), maka ia akanmemperlihatkan atas kesalahan-kesalahan (dosa-dosa) amalnya sendiri dan sibuk mengurusi kesalahan-kesalahannya itu, bukan sibuk mengurusi kesalahan-kesalahan orang lain.”

Kitab Tanbihul Mughtarrin lanjutannya

Sumber : DR KH Thobary Syadzily, Mkub

dari Nama kitab: Tanbihul Mughtarrin
Karya: Saikhul Islam Al-Hafizh Al-Muhaddits Syeikh Abdul Wahab Asy-Sya’rani
Tahun lahir & wafat: 898-973 H. / 1493-1565 M.
Tebal: 311 halaman
Cetakan: Darul Kutub al-Islamiyyah, Kalibata – Jakarta Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s