Larangan Melaknat Orang Lain Sembarangan

“TIDAK BOLEH MELAKNAT DIRI PRIBADI ORANG KAFIR SECARA SEMBARANGAN, APALAGI DITUJUKAN KEPADA ORANG MUSLIM YANG BERIMAN DENGAN TUDUHAN AHLUL BID’AH, MUSYRIK, SESAT, LIBERAL, KAFIR, DAN MURTAD.

Sampul depan kitab Al-Kirmani Syarah Shohih Al-Bukhori

Di dalam kitab “Al-Kirmani Syarah Shohih Al-Bukhori” pada jilid 3 juz 5 halaman 153, cetakan “al-Azhar”, Mesir, diterangakan sebagai berikut:

قال النووي : قال الغزالي و غيره لا يجوز لعن أعيان الكفار حيا كان أو ميتا الا ما علمنا بالنصوص أنه مات كافرا كأبى لهب و يحوز لعن طائفتهم كقولك لعنه الله الكفار

Artinya:
=====

“Imam An-Nawawi berkata: Telah berkata Imam Al-Ghazali dan lainnya bahwa tidak boleh melaknat diri pribadi orang-orang kafir, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal kecuali kita yakin dengan disertai nash-nash syara’ bahwa orang tersebut matinya dalam keadaan kafir, seperti Abu Lahab. Dan, boleh melaknat golongan orang-orang kafir, seperti: Semoga Allah melaknat orang-orang kafir !”

Kepada orang-orang kafir saja kita dilarang melaknat mereka secara sembarangan kalau tanpa diserta bukti-bukti yang jelas dan pasti berdasarkan nash-nash syara’, apalagi ditujukan kepada orang-orang muslim yang beriman. Misalnya, menuduh mereka dengan sebutan ahli bid’ah, musyrik, sesat, liberal, kafir, dan murtad.

Sumber : Ditulis Oleh Dr KH Thobary Syadzily Albantani, MKub dinukil dari Kitab “Al-Kirmani Syarah Shohih Al-Bukhori” (13 jilid 25 juz), cetakan “al-Azhar”, Mesir,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s