Sirah Nabawiyah 12: Tahun Duka Cita

Tahun Duka Cita

Pada tahun kesepuluh kenabian, istri Nasbi saw, Khadijah binti Khuwailid, dan pamannya, Abu Thalib, wafat. Berkata Ibnu Sa’d dalam Thabaqat-nya: Selisih waktu antara kematian Khadijah dan kematian Abu Thalib hanya satu bulan lima hari.

Khadija r.a. sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hisyam adalah menteri kebenaran untuk Islam. Pada saat-saat Rasulullah saw menghadapi masalah-masalah berat, beliaulah yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya. Akan halnya Abu Thalib, dia telah memberikan dukungan kepada Rasulullah saw dalam menghadapi kaumnya.

Berkata Ibnu Hisyam : Setelah Abu Thalib meninggal, kaum Quraisy bertambah leluasa melancarkan penyiksaan kepada Rasulullah saw, sampai orang awam Quraisy pun berani melemparkan kotoran ke atas kepala Rasulullah saw. Sehingga pernah Rasulullah saw pulang ke rumah berlumuran tanah. Melihat ini, salah seorang putri beliau bangkit dan membersihkan kotoran dari atas kepalanya sambil menangis.

Tetapi Rasulullah saw berkata kepadanya; “Jangannlah engkau menangis wahai anakku, sesungguhnya Allah akan menolong bapakmu.“

Nabi saw menamakan ini sebagai “tahun duka cita“, karena begitu berat dan hebatnya penderitaan di jalan dakwah pada tahun ini.

[Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah karangan Dr. Muhammad Sa`id Ramadhan Al Buthy, alih bahasa (penerjemah): Aunur Rafiq Shaleh, terbitan Robbani Press]

Sumber: https://abizakii.wordpress.com/2010/07/24/sirah-nabawiyah12/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s