Renungan 3: Renungi Diri …

 

org butatulibisubuntunglumpuh

Wahai diri, pernahkah kau lihat saudaramu yang buta?

Ia tak bisa menikmati indahnya pemandangan, semua gelap, hitam, tak ada cahaya apalagi bermacam warna, kecantikan/ketampanan, bagusnya pakaian, rumah, apalagi kendaraan. Ia dituntun kemana-mana, tak tahu arah melangkah. Tahukah diri berapa banyak nikmat yang hilang tak bisa kau rasakan jika kau buta?

 

Wahai diri, pernahkah kau lihat saudaramu yang tuli?

Ia tak bisa mendengar berbagai macam suara, yang keras apalagi lemah, tak bisa menikmati lagu yang merdu, berbagai kicauan burung, apalagi jika ia buta, kalaupun ia melihat tentulah ia akan bisu akibat tiada mendengar, aduh betapa tersiksanya diri …

 

Wahai diri, pernahkah kau lihat saudaramu yang bisu?

Ia tak bisa mengungkapkan isi hati dan pikirannya dengan baik bahkan ia tak bisa, bahkan ia sering jadi bahan ejekan, apakah kau kuat bersabar seperti itu?

 

Wahai diri, pernahkah kau lihat saudaramu yang buntung tangannya?

Ia tak bisa merasakan nikmatnya meraba, memegang dan menggenggam, karena ia tak punya tangan. Aduh betapa susahnya jika ia ingin mengambil sesuatu, bisakah dengan kaki atau mulutnya, pakai bajupun susah, celana apalagi …

 

Wahai diri, pernahkah kau lihat saudaramu yang lumpuh kakinya?

Ia tak bisa berjalan apalagi berlari, untuk berpindah ia harus merangkak, bisa kau rasakan betapa susahnya naik atau turun tangga …

 

Wahai diri, itu baru sedikit nikmat yang tampak pada tubuhmu, Allah Tuhan Maha berkuasa mengambilnya sewaktu-waktu. Tuhan memberi anggota tubuhmu itu ada maksud dan tujuannya, ada tuntunannya, perhatikanlah itu. Hingga kau tak akan menyesal di Hari Kiamat nanti ketika, kaki tanganmu akan bersaksi atas apa yang kau buat. Sungguh ia yang buta, tuli, bisu, buntung tangannya, dan lumpuh kakinya lebih beruntung karena ia tak ditanyai pertanggungjawaban untuk apa ia digunakan, tapi kau ….., bisakah kau menghindar dari dosa-dosa yang telah dibuatnya?

 

Engkau lahir dengan iringan azan dan iqomat, setiap hari kau dipaksa mendengarnya agar tidak lalai dan lupa, dikenalkan Laa Ilaha Illallah, Allah Tuhanmu, Nabi Muhammad pimpinanmu, kecintaan Allah yang harus juga engkau cintai, dan shalatlah agar kau beruntung, kemenangan yang hakiki, ingatlah selalu Allah-lah Tuhan Yang Maha Besar yang harus kau sembah, janganlah kau mati tanpa Laa Ilaha Illallah ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s