Musibah Lahir dan Batin: Bencana dan Kematian Ulama

Banjir Pantura dan Wafatnya Mbah Sahal

Disadari atau tidak, bumi Nusantara mengalami bencana lahir dan batin secara bertubi-tubi, pada saat yang hampir bersamaan bencana ini terjadi. Bencana lahir yang dimaksud adalah banjir yang terjadi di pantura tanggal 21 Januari 2014 di Kudus dan Jepara, yang kemudian disusul di beberapa daerah jalur pantura, seperti Pati, Demak, Semarang, Kendal, dan lainnya. Pada saat yang hampir sama bencana batin juga datang, Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh yang lazim disapa Mbah Sahal, wafat pada Jum’at, (24/1) dini hari pukul 01.05 WIB. Mbah Sahal yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) wafat di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah. Wafatnya Mbah Sahal merupakan bencana batin yaitu diangkatnya ilmu dari umat ini, dibutuhkan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun untuk regenerasi ulama seperti beliau.

 

Gunung Kelud Meletus dan Wafatnya Mbah Zainal Pesantren Krapyak

Bencana lahir dan batin itu kembali mengguncang Nusantara ini dengan meletusnya Gunung Kelud pada hari Kamis, 13 Februari 2014 yang mengakibatkan sebagian besar wilayah Jawa terkena hujan abu, dari Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, sampai Jawa Barat. Tidak lama kemudian telah wafat “songgone langit” Simbah KH Zainal Abidin Munawwir Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, pada maghrib sekitar pukul 18.30, Sabtu (15/2).

 

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s