Gunung Meletus, Dakwah Alam

Seorang pengungsi erupsi Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur

Kamis, 13 Februari 2014, sekitar pukul 22.50 WIB Gunung Kelud meletus. Gunung adalah salah satu tentara Allah SWT Tuhan Yang Maha Perkasa, sebuah gunung tidak akan beraktivitas begitu saja, semuanya atas qudrat dan irodah-Nya (kuasa dan kehendak Tuhan), begitulah keyakinan seorang muslim seharusnya. Gunung yang begitu perkasa menjulang tinggi, tunduk dan patuh di bawah kuasa dan kehendak-Nya, gunung adalah pasak-pasak yang memperkuat kedudukan tanah di Bumi ini, dia adalah salah satu perlindungan Tuhan kepada makhluk di Bumi ini, namun kenapa terkadang “seolah-olah membuat takut dan sengsara” kepada makhluk lainnya? Tentulah ada hikmah dibalik gempa ataupun letusannya yang dahsyat itu. Yaitu gunung itu sedang berdakwah kepada manusia agar kembali pada Allah Tuhannya. Bukankah kita sering melihat masyarakat kembali rukun bergotong royong, membantu sesama mereka, satu nasib satu perasaan, dan berbagai hal lain yang seakan-akan sudah luntur karena gemerlap dunia?

Almaghfurllah Sulthonul Qulub Al-habib Mundzir Bin Fuad Al Musawa…

Ketika Alam Mulai Ikut Berdakwah,

Ketika kumerenung dlm tafakkur, kutanyakan pd alam, wahai gunung, apa yg kalian inginkan terus mengganggu umat Sayyiduna Muhammad صلى الله عليه وسلم ? Kalian akan terkena sidang kelak, bukankah kalian ini makhluk اللّهُ Ta’ala, dan اللّهُ Ta’ala mencintai Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ,

lalu kenapa kalian mengambil posisi turut memerangi umat Muhammad صلى الله عليه وسلم pula?

Mereka menjawab : ” Kami adalah pendukung dakwah Sayyidina Rosulillah صلى الله عليه وسلم .. ,ketika umat beliau ghaflah (lupa), ketika masjid2 sepi, ketika musholla mulai runtuh tak disentuh, ketika Al-Qur’an mulai tak terngiang.

Kami takut dijadikan saksi di hari kiamat kelak, kami menyaksikan para da’i lemah mengunjungi wilayah-wilayah kami, maka kami berdakwah, kami terjun sebagai da’i, dengan cara kami tentunya,

Bukankah dengan perbuatan kami justru musholla dan masjid makmur?

Bukankah dengan perbuatan kami muslimin menjadi banyak berdoa dan berdzikir?

Bukankah dengan perbuatan kami orang kaya yang kikir menjadi berinfak?

Bukankah dengan perbuatan kami dosa-dosa umat banyak terhapus?

Bukankah dengan perbuatan kami banyak umat pendosa ini mati syahid?

Salahkah usaha kami?

kenapa kami dilarang membantu padahal para da’i tak mampu berbuat seperti yang kami perbuat?

Lalu apakah para sholihin akan menghentikan usaha kami membantu sayyidina Rosulillahh صلى الله عليه وسلم agar umatnya kembali dan sadar dari ghaflah?

Jika kami dijadikan saksi kelak atas dosa umat ini tentu para da’i dan sholihin yang akan tertuduh..

maka kami membantu mereka..Kenapa kami disalahkan?

Jika kami berhenti mampukah para sholihin dan da’i menggatikan perbuatan kami dan mengunjungi wilayah kami?

Kami hanya membantu meringankan beban para sholihin dan para da’i. Wahai اللّهُ , gunung-gunung-Mu sudah turut berbakti pada dakwah ini, tapi setidaknya batasilah cara bakti mereka agar tak terlalu menyakiti umat ini… amiin

Terimakasih wahai gunung-gunung, kalian turut berperan serta menyadarkan umat ini dan meringankan beban para sholihin dan da’i. Semoga اللّهُ Ta’ala segera melimpahkan hujan taubat dan rohmat pada umat ini tanpa perlu reaksi para gunung-gunung ini, amiin…

Sumber : Oleh : Al-Habib Mundzir Bin Fuad Al Musawa, Majelisrasulullah.org

http://www.sarkub.com/2014/ketika-gunung-ikut-berdakwah-renungan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s