Pembagian Manusia di Akhirat

Berikut ini adalah pembagian manusia berdasarkan jalur yang akan dialami pada hari akhir nanti. Artikel ini adalah rangkuman dari artikel

Nama Golongan Hisab Neraka Surga
Bi ghairi hisab” ( golongan yang tidak dikenakan hisab ) selamanya
Ashabul yamin” ( golongan yang menerima suratan di tangan kanan ) ya selamanya
Ashabul A’raf” (golongan yang berada diantara syurga dan neraka) ya selamanya
Ashabus syimal” (golongan yang menerima suratan di tangan kiri) ya sempat di neraka sesuai dengan dosanya selamanya
Kafir ya tinggal di neraka selamanya
Munafik ya tinggal di neraka selamanya

Golongan bi Ghairi Hisab adalah orang-orang yang tidak mengalami hisab di hari akhir. Golongan ini terdiri dari :

  • Para nabi dan rasul
  • Para wali
  • Para syuhada (orang yang mati syahid)
  • Para orang yang sabar
  • Para ahli makrifat

Ashabul yamin adalah orang soleh yang amalannya lebih banyak dari kejahatannya. Golongan ini sempat mengalami hisab dan kemudian masuk ke surga yang kekal abadi.

Ashabul A’raf adalah orang beriman yang amal kebaikan dan kejahatannya itu sama banyak. Mereka akan masuk surga setelah ada penduduk surga yang mau membagi amal kebaikan untuk mereka.

Ashabul Syimal adalah orang mukmin yang jahat / durhaka. Aqidah mereka Islam, namun kejahatan yang mereka buat lebih banyak dari kebaikannya. Golongan ini masuk neraka dulu untuk menebus kejahatannya, baru kemudian dimasukkan ke dalam Surga.

Orang kafir adalah orang-orang yang dari segi aqidah/keyakinan menolak aqidah Islam dan menampakkannya secara terus terang.

Orang munafik adalah orang-orang yang dari keyakinannya menolak aqidah Islam, namun penampilan fisiknya seperti orang Islam biasa.

Amalan paling penting bagi seorang muslim adalah shalat, karena inilah yang paling pertama diperiksa pada waktu hisab. Menurut Imam Syafi’ie, orang yang menyatakan shalat tidak wajib adalah termasuk orang kafir, sedangkan jika ia tidak shalat namun masih menyatakan bahwa shalat itu wajib, masih termasuk mukmin. Namun demikian orang mukmin yang tidak shalat akan susah keluar dari golongan Ashabus syimal.

Orang yang tidak shalat, maka semua amal baiknya tertolak karena shalat ini yang diperiksa paling dulu. Ada juga orang yang penampilannya baik walaupun tidak aqidahnya menolak Islam; orang yang seperti ini Allah saja yang tahu apa akhir hidupnya. Bisa jadi penampilan masih terlihat baik karena belum terkena ujian. Kalau sudah ada ujian baru terlihat mana yang aqidahnya betul, mana munafik, mana yang sesungguhnya kafir.

Orang mukmin adalah orang yang mempunyai keyakinan / aqidah yang tepat dan ditunjang oleh ilmu, bukan sekadar keyakinan ikut-ikutan. Detail dari peringkat-peringkat iman dapat dilihat di [daftar peringkat iman]. Daftar hal-hal dalam akidah yang perlu ada ilmunya dapat dibaca di ringkasan aqidah. Jika aqidah tidak dikuasai ilmu dan pengamalannya, takut-takut di akhirat terjerumus ke Ashabus syimal atau kafir/munafik.

 

Sumber: http://cahaya-akhir-zaman.blogspot.com/2011/11/ringkasan-pembagian-manusia-di-akhirat.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s