Syair Sholawat: Ungkapan Cinta Kasih dan Doa Pada Sang Nabi

Dalam dunia Islam banyak ditemui berbagai macam Sholawat. Hakikatnya Sholawat itu adalah doa pada Sang Nabi (khususnya Nabi Muhammad Saw) agar Baginda Rasul senantiasa mendapat curahan rahmat dan kesejahteraan. Sebagian umat Islam meyakini walaupun Nabi Muhammad Saw secara jasad telah wafat dan dikuburkan di Madinah Al Munawaroh, tetapi secara ruhani Baginda Saw masih hidup dan aktif (Ruhul Muqoddash wal Mutasyarifah), Baginda itu ruhnya yang suci masih aktif berperanan memimpin umatnya dan banyak menziarahi yang dikehendakinya, yang paling banyak adalah dalam mimpi-mimpi namun banyak juga yang benar-benar berjumpa Baginda dalam kondisi jaga/tidak tidur (red. yaqazah), hal ini sebagaimana dalam hadits Imam Bukhori.

Allah Swt. dan para Malaikat senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. (QS. Al Ahzab: 56), dan orang yang beriman diperintahkan Tuhan untuk bersholawat kepada Baginda Nabi Saw., jadi selain sebuah doa, bersholawat juga merupakan bentuk ketaatan pada Tuhan. Hakikatnya doa/permintaan, tidak ada larangan untuk mengungkapkan/mengarang doa/permintaan itu. Baginda Nabi Muhammad Saw. adalah nikmat terbesar bagi orang Islam, berkat jasa Baginda orang Islam beragama Islam, dan beriman yang merupakan tiket istimewa untuk dapat selamat di Akhirat, hanya Islam agama yang Allah meridloinya, walaupun begitu ada juga orang Islam yang musyrik, munafik, ataupun fasik yang jika tidak bertaubat maka Tuhan akan menghukumnya di Neraka. Sehingga sebagi wujud rasa terima kasih/syukur itu maka dapat diungkapkan dengan bersholawat.

Berbagai jenis sholawat seperti sholawat Badar, sholawat Ibrahimiyah, sholawat Badawi, sholawat Nariyah, dll, adalah ungkapan rasa cinta seorang kekasih pada Kekasih yang dirindui. “Jika Engkau cinta pada Allah maka ikutilah aku (Muhammad)”, tidak akan sempurna mengikuti Nabi Saw. sampai denga tumbuh rasa cinta kepada Nabi sehingga rela berkorban apa saja untuk Baginda Saw. karena Bagindapun telah berkorban atas semua yang dimilikinya untuk umatnya, dan dengannya Tuhanpun akan ridlo jika Nabi ridlo pada kita.

Sebuah Resep untuk Menambah Rasa Cinta pada Sang Nabi

Rasa cinta pada Nabi sudah sepatutnya ditambah setiap saat, setiap nafas, setiap kedipan mata, setiap aliran darah di tubuh. Sebuah resep untuk menumbuhkan rasa cinta itu adalah ikutilah perasaan cinta orang-orang yang mencintai Baginda Saw., adanya berbagai bentuk sholawat yang kita jumpai dalam redaksi syair sholawat ataupun nasyid/lagu memudahkan perasaan cinta itu tumbuh sambil memohon pada Allah dan Rasul agar ridlo menumbuhkan rasa cinta itu. Berbagai bentuk syair sholawat itu adalah ungkapan rasa cinta, maka ikutilah, resapilah makna syair yang ada itu dari tiap bait hingga tumbuh rasa cinta. Namun perlu dibuka kunci rasa cinta itu, yaitu kenalilah secara seksama, siapakah hakikatnya Sang Nabi, Kekasih Tuhan ini, karena hakikatnya seseorang tiada mampu mengenal Tuhan dengan benar jik ia tidak mengenal Nabi, Sang Nabilah yang membawa kita mengenal Tuhan. Kenalilah Sang Nabi secara lahir dan batinnya.

Ya Nabi Salam Alaika

Ya Rasul Salam Alaika

Ya Habib Salam Alaika

Sholawatullah Alaika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s