Memaknai Rukun Iman yang 6: Hidup Ber-Tuhan (10 Mengenal Hari Akhirat)

10 Mengenal Hari Akhirat

Hari Akhirat (yaumul qiyamat), baik kita suka atau pun tidak pasti terjadi (Albaqarah : 177). Ia berawal dari kematian seluruh manusia, di saat malaikat Israfil meniupkan angin sejuk, maka setiap manusia yang masih ada iman dihatinya mati seluruhnya. Maka yang tinggal adalah orang-orang yang engkar dan sentiasa membuat dosa dan kelalaian hingga tidak ada seorang pun di muka bumi yang masih menyebut nama Allah. Setelah itu, ketika malaikat Israfil meniup sangkakala yang pertama, berlakulah qiamat qubra atau qiamat yang besar dimana bumi, langit dan seluruh isinya dihancurkan. Satu peristiwa yang sangat mengerikan, sangat dahsyat, tak dapat digambarkan.

Di akhirat sana hanya ada dua tempat kembali, iaitu Neraka dan Syurga. Setelah manusia seluruhnya dimatikan, demikian juga bumi langit dan seluruh isinya dihancurkan, kemudian malaikat Israfil meniup sangkakala yang kedua, maka manusia seluruhnya dihidupkan kembali. Mereka diberi jasad lagi dengan bentuk rupa yang bermacam-macam sesuai dengan kualiti hati masing-masing, kesan dari amal ibadah mereka sediri selama hidup di dunia.

Kemudian mereka dikumpulkan di padang mahsyar. Diriwayatkan bahawasanya manusia yang hidup sepanjang zaman sejak zaman nabi Adam as hingga qiamat, dibariskan menjadi 120 barisan. Hanya sebahagian kecil dari mereka, iaitu 3 baris yang kembali menghadap Allah dengan membawa iman. Diantara mereka ada yang langsung dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab, ada yang dimasukkan ke dalam syurga setelah melalui masa hisab serta melalui titian syiratul mustaqim dan sebahagian yang lainnya ada yang dimasukkan terlebih dahulu ke dalam Neraka, baru selepas itu diangkat dan dimasukkan ke dalam Syurga. Sebahagian besarnya adalah manusia yang mati tidak membawa iman (117 barisan) dimasukkan ke dalam Neraka, dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Syurga, Neraka dan seluruh isinya termasuk penghuni-penghuninya dikekalkan oleh Allah. Tidak ada batas akhir wujudnya. Sekalipun sebenarnya Allah berkuasa memusnahkan semuanya. Tentu ada hikmah yang banyak dibalik segala kejadian yang Allah tetapkan. Tidak ada sesuatu yang Allah jadikan sia-sia, walau sekecil apapun.

Berkaitan dengan hari Akhirat, ada beberapa perkara yang wajib kita ketahui dan yakin, sebagai berikut:

1. Tentang Kematian

Setiap makhluk yang bernyawa pasti mati (Ali Imran : 185). Umur manusia sudah ada jangka waktunya yang telah Allah tetapkan. Apabila waktu yang sudah ditetapkan (ajal) bagi seseorang itu tiba maka pasti ia mati. Tidak ada seorangpun yang dapat melambatkan atau menyegerakan. Setiap manusia pasti mati sesuai dengan ajal yang telah Allah tetapkan.

2. Alam Barzah

Diantara alam dunia dengan akhirat, adalah satu alam yang disebut alam barzah atau alam kubur. Ia adalah satu alam yang memisahkan antara alam dunia dengan alam akhirat. Di sini manusia yang sudah mati diberi ruh kembali, sehingga sadar dengan segala peristiwa yang berlaku di dalamnya.

Di sini manusia akan berhadapan dengan Malaikat Mungkar dan Nakir, dua malaikat yang tinggi besar, hitam legam kebiru-biruan. Matanya merah menyala umpama periuk tembaga. Bila bersuara, bertanya kepada orang-orang yang berdosa, orang-orang kafir dan munafik, keluar dari mulutnya api yang menyambar dan membakar mayat. Suaranya bagai halilintar yang membelah langit, bahkan lebih dahsyat daripada itu. Munkar Nakir datang untuk menyoal kepada si mayat dengan beberapa persoalan yang mesti dijawab dengan tepat, mengenai siapa Tuhan, siapa nabi, siapa imam, dan lain-lain.

Di alam kubur, ada siksa kubur bagi orang-orang yang derhaka dan ada berbagai-bagai macam nikmat kubur bagi orang-orang yang soleh. Seksa kubur yang ditimpakan kepada orang derhaka, munafik dan kafir berterusan hingga hari qiamat. Demikian juga nikmat yang diberikan kepada orang-orang beriman, orang dan orang-orang bertaqwa berterusan hingga hari qiamat.

3. Yaumul Baats

Setelah hari akhirat tiba, ketika tidak ada lagi seorang manusia pun yang hidup, maka waktu itu manusia dibangkitkan kembali (Alhaj : 6-7), kemudian dikumpulkan di padang mahsyar.

4. Yaumul Hisab

Setelah itu ditimbang amal bakti manusia yang baik dan yang buruknya. Hari itu disebut hari hisab (yaumul hisab).

5. Titian Siratul Mustaqim

Setiap manusia akan melalui titian siratul mustaqim yang dibentangkan di atas Neraka, kecuali segolongan orang-orang betaqwa yang dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab.

6. Menerima Catatan Amal Baik dan Buruk

Orang-orang soleh, setelah ditimbang amalnya, mereka menerima buku catatan amal dari sebelah kanan, diberi gelar ashabul yamin, kemudian dimasukkan ke dalam Syurga. Adapun orang-orang yang berdosa, yang timbangan amal jahatnya lebih berat daripada amal baiknya, mereka menerima kitab catatan amal dari sebelah kiri, diberi gelar ashabussyimal, kemudian dimasukkan ke dalam Neraka.

7. Tentang Neraka

Orang-orang mukmin yang berdosa, yang menerima catatan amal dari sebelah kiri, dimasukkan ke dalam Neraka, setelah itu diangkat, kemudian dimasukkan ke Syurga. Tetapi orang-orang kafir dan munafik, yang matinya tidak membawa iman, mereka kekal di dalam Neraka selama-lamanya.

Adanya Neraka di akhirat sana wajib kita yakini dan mesti kita rasakan ke lubuk hati kita betapa dahsyat azabnya. Penderitaannya amat mengerikan. Tidak dapat hendak di tuliskan dengan mata pena betapa dahsyatnya penderitaan di sana.

Api Neraka yang dahsyat itu 70 kali ganda berbanding dengan api di dunia. Api duniapun kita tidak mampu memegangnya, apatah lagilah api neraka. Di waktu itu kita berada di rumah api, dinding api, bumbung api, lantai api, tempat tidur api, makanan api, minuman api dan segala-galanya dalam api. Diganti dengan daging baru, dibakar lagi, hingga jadi bara, diganti lagi dan begitulah seterusnya tiada henti. Rasakan di hati aduh sakitnya, dahsyat dan ngeri. Rasakan di hati takut yang amat sangat.

Di penjara akhirat itu seluruh kaki tangan diikat dan disatukan. Dihumban dan tenggelam di dalam gelombang api yang menggulung dan membakar. Dibakar hangus, diganti dengan kulit baru lagi. Disamping itu malaikat Zabaniah yang tidak pernah senyum-senyum mencemeti terus menerus setiap detik hingga hancur lebur, bersepah-sepah. Gambarkan betapa dahsyatnya azab yang pedih itu, yang tidak akan tertanggung oleh kita. Itu baru sedikit gambaran yang sesungguhnya tidak dapat digambarkan. Tidak akan tertulis hal keadaan yang sebenarnya, betapa rasa azab itu. Yang digambarkan itu sudah cukup untuk menggambarkan betapa ngerinya.

Pertemuan dengan Allah di Syurga

Orang-orang bertakwa, tempat peristirahatannya di sana adalah Syrga, sesuatu yang terlalu hebat tiada tandingnya. Masya Allah, patah lidah untuk mengungkapnya. Tiada bahasa yang dapat menggambarkannya.Tiada mampu mata pena untuk menuliskannya.

Mahligainya saja sudah seluas langit dan bumi, dibuat dari emas dan permata. Dindingnya berkilau-kilau cahayanya. Atapnya intan berlian tiada terkata indanya. Betapa nikmat kita berada di dalamnya.

Seorang yang bertaqwa saja memiliki berpuluh-puluh bandar. Kalau rumahnya saja seluas langit dan bumi, agaknya berapa luas sebuah bandar? Apatah lagi kalau berpuluh-puluh bandar. Tentulah tidak dapat hendak dibayangkan betapa luas bandar-bandarnya. Tidak ada dalam ukuran dunia.

Perlatan dalam mahligai itu tidak pernah rosak. Bahkan makin dipandang makin cantik, semakin terasa nikmat memandang. Sekali pandang lain cantiknya. Dua kali pandang lain pula cantiknya, tidak pernah jemu-jemu menikmatinya.

Kenderaan akhirat apa saja yang kita inginkan. Teringat saja, sekelip mata datang. Teringat hendak naik kapal terbang, niat saja terus terus berada dalam kapal terbang yang diidam-idamkan. Terbanglah selaju yang kita mahu dan ke mana saja temapat yang hendak kita tuju. Di dalamnya tidak pernah rasa bimbang, cemas jatuh. Kalau pun jatuh, jatuh juga tetapi tidak sakit, bahkan terasa nikmat.

Di sana tidak pernah rasa lapar, tidak pernah rasa haus, tetapi sentiasa kenyang. Makan yang kita makan tidak pernah menjemukan. Suap pertama dengan kedua lain rasanya. Satu buah, berpuluh-puluh rasanya. Demikian pula dengan jenis makanan yang lain. Makanlah sebanyak mana yang kita mahu, tidak pernah memudharatkan dan tidak pernah menyakitkan. Tidak juga mesti susah payah hendak kejamban, buang hajat. Tidak ada istilah buang najis yang busuk itu. Tidak istilah tahi lagi, tahi telinga, tahi gigi, semuanya lezat-lezat, sedap-sedap dan indah-indah.

Bagi orang bertaqwa, hadiahnya bidadari-bidadari yang cantik jelita. Bukan seorang tapi berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus orang. Nikmatnya tiada tolok ukurnya di dunia. Selain itu semua, orang-orang bertaqwa, dengan rahmat dan kasih sayang Allah mereka dapat melihat Tuhan (Al Qiyamah : 23). Inilah nikmat yang maha besar dan tiada bandingnya di akhirat sana. Bukan Allah ada di sana, tapi waktu itu kita dapat merasakan indah dan nikmatnya pertemuan agung itu. Maha Besar dan Maha Suci Allah dari menyerupai makhluk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s