Memaknai Rukun Iman yang 6: Hidup Ber-Tuhan (1)

Pendahuluan: Hayati dan Perjuangkan Tuhan Rahasia Keharmonian Hidup

Mengajak manusia untuk mengenali Tuhan tidak sama dengan mengajak manusia untuk percaya pada Tuhan. Hari ini kalau kita tanya pada orang kafir sekalipun, apakah mereka tahu dan percaya adanya Tuhan, tentu mereka akan menjawab kami tahu dan percaya. Tapi seolah-olah Tuhan sudah tidak ada dalam kehidupan mereka. Mereka tidak merasakan peranan Tuhan di dalam kehidupan atau dengan kata lain tidak perduli kepada Tuhan. Pada perasaan mereka sama saja apakah Tuhan ada ataupun tidak ada.

Bila orang kenal Tuhan barulah jiwanya hidup semula. Tuhan itu Maha Berkuasa, Menghidupkan, Mematikan, Menghukum, Mendengar, Melihat, Maha Besar, Maha Agung, Penyelamat, Penjaga, Pelindung, yang memberikan nikmat, yang menurunkan rahmat, dan memberikan nikmah, yang mewujudkan apa saja di dunia ini maupun di akhirat.

Tidak ada satu butir debu pun yang wujud tanpa sepengetahuan Tuhan. Besarnya Kuasa Tuhan itu, bila Dia berkata jadi maka jadilah, Tuhan berkata wujud maka wujudlah, Tuhan berkata hidup maka hiduplah, Tuhan berkata mati maka matilah, Tuhan berkata sehat maka sehatlah, Tuhan berkata sakit maka sakitlah. Itulah Dia, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan menciptakan manusia. Tidak cinta dan takut kah manusia dengan Tuhannya? Padahal baru sedikit kita melihat sifat-sifat yang ada pada Tuhan. Jadi kalau manusia ini hatinya sudah merasakan kehebatan Tuhan, barulah datang cinta dan takut pada Tuhan. Bila dia akan berbuat hal yang terkecil sekalipun dia akan berpikir dan bertanya pada Tuhan, apakah Tuhan suka atau tidak. Inilah obat pertama kepada manusia. Inilah obat pertama kepada penyakit-penyakit yang dicetuskan oleh manusia di dunia ini. Kalau manusia sudah cinta dan takut Tuhan, manusia tidak berani lagi melakukan hal-hal negatif dan menyusahkan. Walaupun undang-undang, peraturan dan hukuman itu diperlukan, tapi itu adalah jalan terakhir.

Bagi manusia yang sudah terlalu jahat yang bila disebutkan Tuhan pun tak berkesan lagi. Maka terlalu keliru bila hendak membaiki manusia tersebut dengan menggunakan peraturan, undang-undang ataupun hukuman. Sedangkan yang membuat peraturan dan undang-undang itu pun manusia juga. Apakah yang menghukum itu tidak bersalah? Tidak jahat jugakah? Apakah dia tidak menimbulkan masalah?

Kadang-kadang orang yang ada kuasa ditangannya itu mereka membuat lebih banyak kesalahan daripada rakyat yang tidak memiliki kekuasaan. Apakah yang akan terjadi pada dunia bila yang berkuasa yang menimbulkan masalah. Siapa yang akan memikirkan masalah mereka? Tapi kalau merujuk pada Tuhan, Tuhan kita bersama, maka sesungguhnya rakyat itu Tuhan juga yang jadikan, orang besar pun Tuhan yang jadikan. Kalau rakyat tidak dapat melawan kuasa Tuhan, orang besar pun tidak dapat juga melawan. Akhirnya orang kecil ataupun orang besar, sama-sama takut dengan Tuhan. Inilah jalan keselamatan untuk manusia. Inilah jalan kedamaian untuk manusia. Inilah jalan keharmonian untuk manusia.

Kalau begitu dunia hari ini perlu kembali mempromosikan Tuhan. Setiap manusia di dunia ini perlu memperjuangkan Tuhan. Supaya orang kenal Tuhan. Supaya manusia cinta dan takut kepada Tuhan. Inilah obat yang paling mujarab, inilah kaedah yang paling berkesan. Inilah formula-formula yang dapat menyelesaikan masalah masyarakat.

Pada kenyataannya, hari ini umat Islam bila hendak memperjuangkan Islam, syariat diperjuangkan lebih dahulu daripada memperjuangkan Tuhan. Padahal sepatutnya Tuhan yang dikenalkan lebih dahulu. Coba baca sejarah Rasulullah, Baginda menggunakan masa selama 13 tahun untuk menanamkan iman dan tauhid. Dengan kata lain Tuhan yang Esa itu diperkenalkan terlebih dahulu kepada umat Arab Jahiliah. Sebab Tuhan adalah segala-galanya. Bila kita mengenalkan syariat lebih dahulu, orang menerima Islam tidak secara suka rela tetapi dengan terpaksa, sebab sudah diikat dengan peraturan ini halal, ini haram dst.

Misalnya seorang anak hanya disuruh untuk ambil air, siram bunga, tidak diceritakan dulu mengapa dia mesti berkhidmat atau membantu orang tua. Sebab itu dia mengerjakan tugas secara terpaksa. Semestinya sebelum menyuruh seorang anak menyiram bunga diceritakan dulu bahwa bunga ini kepunyaan ayah yang telah terlalu banyak jasa, memelihara dan mencari rezeki untuk dirinya. Sebab itu sudah sepatutnya dia berkhidmat kepada ayahnya. Kalaulah si anak diceritakan hal ini tentulah akan dibuat dengan senang hati.

Begitu juga dengan Tuhan. Sebelum dikenalkan dengan syariat, semestinya dikenalkan dulu dengan yang memiliki syariat tersebut. Bukan hanya sekedar menghafal dan tahu sifat-sifat Tuhan, wujud, qidam, baqa dst, melainkan mengenal Tuhan hingga dihayati, sehingga timbullah rasa cinta dan ingin berkhidmat sebagaimana seorang anak dengan ayahnya tadi. Bila sudah kenal dan cinta maka Tuhan akan dirasakan sebagai tempat bertanya, merujuk dan terasa akrab.

Dalam bab aqidah ini pula, Allah pun memberitahu manusia tentang para malaikat yang peranannya sungguh penting di alam ini. Merekalah yang menjadi wasilah Tuhan. Keberadaan mereka di alam ini sungguh menjadi bukti lagi kebesaran kerajaan Tuhan. Tapi apakah kita sudah betul2 mengenali peranan penting malaikat ini?

Penanaman aqidah melalui didikan dan asuhan sangat diperlukan, diantaranya yang berkait dengan malaikat ini agar manusia dapat merasakan peranan mereka dalam kehidupan kita. Tuhan pun mengajar kita untuk berucap salam pada mereka sekurangnya 5 kali sehari semalam yaitu kala kita bersalam di setiap akhir sembahyang.

Bagaimana pula pentingnya peran para Rasul yang perlu manusia hayati?

Sebelum Rasul datang, manusia merasa adanya Tuhan. Tapi tidak tahu Tuhan itu siapa. Datanglah Rasulullah, yang kenal betul Tuhan secara detail. Rasul mengenalkan bahwa Allah lah tuhan manusia. Sebelum itu orang tidak kenal akhirat, tidak tahu malaikat, syurga, neraka, arasy, dll, maka RASULULLAH SAW datang untuk mengenalkannya pada manusia. Itu contoh yang besar-besar yang bersifat ghaib. Yang paling beruntung mendapatkan rahmat ini adalah orang yang masuk Islam. Mengenal Allah sebagai Tuhan, itulah rahmat yang paling besar.

Orang yang tidak masuk Islam, tidak mendapat rahmat yang sangat besar tersebut. Mereka hanya dapat rahmat sampingan saja. Yaitu rahmat yang terjadi di dunia. Begitulah kasih sayang Tuhan, rahmat yang terjadi di dunia, walau orang tidak masuk Islampun, Tuhan beri juga. Orang yang tidak melihat akhirat, nikmat dunia itu besarlah padanya. Tapi bagi orang yang beriman, rahmat dunia itu kecil saja baginya. Yang besar itu rahmat akhirat, sebab kalau nikmat di sana kekal abadi dan kalau azabpun kekal abadi. Walaupun orang Islam yang masuk neraka dulu terus ke syurga tak kekal abadi di neraka, seolah-olah macam kekal. Sebab berjuta-juta tahun. Jadi rahmat di dunia ini binatang pun dapat, pokok-pokok dan kayu kayan pun dapat apalagilah manusia. Mengapa? sebab syariat Allah yang disampaikan pada Rasulullah SAW, bila dipraktekkan semua orang boleh terima. Seperti tidak boleh menzalimi orang. Bukan saja tidak boleh zalim dengan orang bukan Islam, dengan orang bukan Islam pun tak boleh zalim. Binatangpun tak boleh dizalimi. Bila mau sembelih binatang harus menggunakan pisau paling tajam. Begitu hebat disiplinnya. Bahkan pada anjing yang sangat hinapun Rasul menyuruh kita berbuat baik. Hadist ada menceritakan bahwa ada orang masuk syurga karena dia memberi minum anjing yang kehausan.

Setiap orang ada hak masing-masing. Baik itu hak pribadi, agama, hak harta, hak keluarga, hak kebebasan. Itu semua bukan hanya utk orang islam saja. Tetangga mesti dihormati sekalipun musuh kita. kasih sayang, perpaduan harus dijaga. Tapi itulah masalah dunia sekarang ini. Kasih sayang tiada, perpaduan telah punah. Padahal RASULULLAH SAW datang bukan hanya dengan teori, tapi beliau sendiri menunjukkan bagaimana mewujudkan kasih sayang, bagaimana berhubung baik dengan tetangga, berhubungan dengan musuh. Bahkan musuh sakit, RASULULLAH SAW menziarahinya. Musuh yang menganiayanya dibalas dengan kebaikan, bahkan didoakan.

Haram hukumnya bila pokok yang tak bernyawapun di potong-potong, ditarik daunnya untuk dirusakkan. Apalagilah binatang dan manusia. Umat Islam bahkan dianjurkan untuk berhubungan baik dengan masyarakat sekalipun bukan orang Islam. Umat Islam tak dibenarkan memerangi musuh kecuali musuh yang memulai. Begitulah cantiknya ajaran Islam, tapi sayangnya umat Islam sudah tidak mempraktekannya. Akhirnya Islam jadi terlihat tidak cantik. Orang Islam dituduh kasar, militan, suka bunuh orang. Jihad sudah disalah artikan. Jihad diartikan mesti bunuh orang. Padahal Rasulullah SAW datang ke dunia mau mengislamkan orang. Tapi kita, mau bunuh orang. Seolah kedatangan Islam yang kita paham itu berlainan dengan yang RASULULLAH SAW ajarkan, sampaikan. Disinilah pentingnya manusia dididik untuk menghayati peranan Rasul danmengahyati ajaran yang Rasul bawa, agar Islam yang diamalkan sama dengan apa yang Rasul SAW telah bawa pada manusia.

Melalui pendidikan dan asuhan, Rasul SAW telah berjaya menanamkan aqidah penghayatan yang begitu mantap di hati para sahabat hingga bangsa arab jahiliah telah berubah dan dipilih Tuhan untuk mengemban tugas membina empayar Islam kali pertama. Oleh karena itu, bila umat Islam mau menagih janji Tuhan untuk terbangunnya kembali empayar Islam kali kedua, tiada jalan lain bagi umat Islam, selain bermula daripada menanamkan aqidah penghayatan, bukan sekedar ilmu, hafalan, tapi aqidah yang benar2 menjunam kedalam hati, hingga lahirlah cinta dan takut pada Tuhan yang luar biasa. Itulah yang dapat menjadi pemangkin utama bagi umat Islam dalam membangunkan ummah kali kedua.

=== sekian ===

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s