Kitab Klasik Nasihat Pernikahan (Bab 22-23)

BAB 22

H I K A Y A T

Ada sebuah keluarga yang sangat terpandang.Suatu hari keluarga itu membeli seorang pembantu (budak) yang berkebangsaan hindi(Hindia).Keluarga itu terus merawatnya dan akhirnya di ambil sebagai anak. Setelah dewasa,ia jatuh cinta pada tuan puterinya,yang ketika itu telah menjadi ibu angkatnya sendiri.Ia terus menerus menggoda ibu angkatnya,dan ibunyapun melayani.Hingga suatu hari terjadilah hubungan layaknya hubungan suami istri. Ketika pembantu itu sedang asyik di atas dada ibu angkatnya,Tiba tiba ayah angkatnya datang.Ia marah.Ia segera mengambil pisau,lalu di potongnya kelamin anak angkatnya itu.Namun pada akhirnya Ia menyesal.Ia membawanya ketabib untuk di obati. Setelah sembuh si anak angkat itu tidak di usir.Ia tetap diberi kesempatan tinggal di rumah orang tuanya yang telah menjadi orang tua angkatnya , tetapi secara diam diam ia ( anak angkat ) itu mendendam, Ia menunggu datangnya kesempatan untuk melakukan pembalasan. Keluarga yang sangat terpandang itu sebenarnya mempunyai dua anak yang sangat tampan.Salah satunya masih berusia anak-anak sedang yang lainnya mendekati remaja.Suatu hari kedua anak itu hilang dibawa pembantunya yang telah di angkat menjadi anaknya.Tanpa diketahui keduanya dibawa naik ke atas loteng.Disana keduanya diajak bermain-main,diperlakukan secara baik hingga tak ada kesan di sandera.

Hingga manakala orang tuanya telah kebingungan mencari,tanpa sengaja ia mendongak keloteng.Disana anak-anak disandera anak hindi tadi.Ia berteriak “Celaka benar Kau.Apakah engkau menghendaki kematian kedua anakku?” Bekas pembantunya menjawab:”Ya benar,Kedua anakmu mesti akan mati kalau Kau tidak menuruti perintahku”.”Apa kemauanmu?”,tanya orang yang terpandang itu.”Aku menghendaki supaya kamu memotong kelaminmu sendiri”. Demi mendengar permintaan itu,Ia terperanjat bukan kepalang,katanya,”Takutlah kepada Allah,takutlah kamu.Bukankah dirimu telah kupelihara.Hentikan perbuatan jahatmu itu”.Ia terus mengulang -ulang permintaanya.Namun anak hindi itu tidak ambil peduli. Ketika tuannya akan naik keatas loteng,sianak Hindi itu menyeret kedua anaknya dibawa kepinggir loteng. Lelaki yang malang itu berteriak,”Celaka benar kamu !Tunggu sebentar.tentu aku akan menuruti tuntutanmu”.Ia pergi sebentar lalu datang dengan membawa pisau.tanpa di minta lagi kelaminnya di potongnya sendiri di depan mata si anak Hindi.setelah puas menyaksikan dendamnya,si anak Hindi itupun mencampakkan kedua anak bekas majikannya itu hingga tewas seketika.Apa katanya.”Tuntutan memotong kelamin sendiri itu adalah sebagai pembalasan atas perbuatanmu tempo hari memotong kelaminku.Dan kematian kedua anakmu itu sebagai tambahan atas kerugianku”. Memperhatikan kisah tersebut,dapat di ambil pelajaran bahwa,bilamana pembantu telah memasuki usia baligh hendaknya dilarang masuk kamar majikannya. Sebab pada umumnya godaan mulai terjadi setelah memasuki usia itu.Disamping menjaga keturunan itu termasuk perkara terpenting.

KECEMBURUAN

Rasulullah Saw bersabda:”INNII LAGHAAYUURUN WAMAA MINIMRI-IN LAA YAGHAARUILLAA MANKUUSUL QALBI” Sesungguhnya aku ini pecemburu.setiap orang yang tidak mempunyai rasa pecemburu,maka tidak lain kecuali orang itu berhati terbalik”(Al hadits) Rasulullah Saw bersabda:”Sesungguhnya Allah Swt itu pecemburu,dan orang mukmin itu hendaknya pecemburu.Kecemburuan Allah adalah jika ada orang mukmin yang melakukan prbuatan yang diharamkan oleh Allah.(Diriwayatkan oleh Ahmad,bukhari,muslim dan turmudzi dari abu hurairah) Imam Ali Ra mengatakan ,”Apakah kalian tidak malu.Apa kalian tidak cemburu membiarkan perempuan-perempuan(istri-istri)mu keluar ketengah tengah kaum lelaki.Ia melihatnya dan mereka memperhatikan dirinya”. Sebaliknya cemburu yang berlebihan juga tidak baik.Imam Ali Ra mengatakan hal itu,”Janganlah kamu berlebihan mencemburu.Sebab dengan kecemburuan yang berlebihan itu sama artinya menuduh istrimu berbuat buruk”.

Rasulullah Saw bersabda:”Sesungguhnya di antara kecemburuan ada yang di cintai Allah dan ada pula kecemburuan yang di benci Allah.Di antara sikap berbangga diri ada yang di sukai Allah dan ada pula sikap berbangga diri yang di murkai Allah.Adapun kecemburuan yang di sukai Allah adalah kecemburuan [Dalam hal keragu – raguan.Kecemburuan yang di benci Allah adalah kecemburuan di luar hal itu. Adapun sikap berbangga diri yang di sukai Allah adalah keberbanggaan seseorang ketika maju kemedan pertempuran di saat terjadinya bencana.Sikap keberbanggaan yang dibenci Allah adalah dalam hal kebatilan”.

Di Era globalisasi dewasa ini,kalau ada perempuan keluar rumah maka hampir di pastikan menjadi sasaran godaan kaum lelaki.Mungkin dengan cara mengedipkan matanya atau disentuh. Ada pula yang sekedar di pegang dan ada pula yang disindir dengan kata kata yang jorok yang tidak mengenakan telinganya. Yang terakhir itu tentu saja khusus bagi orang baik-baik dan orang sholehah serta selalu menjaga kehormatannya.Ibnu Hajar mengatakan,jika seorang perempuan (istri)bermaksud hendak keluar untuk menjenguk orang tua,misalnya,sebenarnya tidak dilarang.Tetapi terlebih dulu harus memperoleh izin dari suaminya.yang perlu diperhatikan pula,hendaknyaketika keluar jangan memamerkan perhiasan dan dandanannya.Sebaiknya bahkan dirinya dianjurkan agar berdandan sebagaimana seorang pelayan yang kotor tubuhnya.Pakaian yang dikenakannya tidak perlu bagus,melainkan pakaian yang sederhana.Pandangan hendaknya dijaga,di tundukkan sepanjang jalan.Tidak perlu tengok kanan dan kiri.Kalau tidak begitu justru akan membuka kesempatan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah,Rasul-NYA dan kemaksiatan kepada suaminya.

BAB 23

K I S A H

Dikisahkan ada seorang perempuan yang gemar memamerkan dandanannya di depan kaum lelaki.Ia mati.Hingga suatu malam di antara saudaranya ada yang bermimpi melihat dirinya di hadirkan kehadapan Allah dengan mengenakan busana yang sangat tipis.Saat itu angin bertiup menerpa busananya,tersingkaplah busananya.Allah berpaling tidak sudi memperhatikannya.Allah berfirman:”Seret dia ke NERAKA ………………!!! Sesungguhnya perempuan itu termasuk orang yang suka memamerkan dandanannya sewaktu di dunia.

Ketika suami rabi’ah Adawiyah mati,beberapa waktu kemudian Hasan Al Basri dan kawan kawannya datang menghadap Rabi’ah.Mereka meminta izin di perkenankan masuk, mereka di perkenankan masuk.Rabi’ah segera mengenakan cadarnya,dan mengambil tempat duduk di balik tabir. Hasan AlBbasri mewakili kawan kawannya mengutarakan maksud kedatangannya.Ia berkata:”Suamimu telah tiada,sekarang Kau sendirian.Kalau kmu menghendaki silahkan memilih salah seorang dari kami.Mereka ini orang orang yang ahli zuhud”. Jawab Rabi’ah Adawiyah:”ya, aku suka saja mendapat kemuliyaan ini.Namun aku hendak menguji kalian,siapa yang paling ‘alim(pandai) diantara kalian itulah yang menjadi suamiku”. Hasan Al Basri dan kawan kawannya menyanggupi.Kemudian Rabi’ah Adawiyah bertanya:”Jawablah empat pertanyaanku ini kalau bisa aku siap di peristri oleh kamu”. Hasan Al Basri berkata :”Silahkan bertanya ,kalau Allah memberi pertolongan aku mampu menjawab tentu aku jawab”. “Bagaimana pendapatmu kalau aku mati kelak,kematianku dalam muslim(husnul khatimah)atau dalam keadaan kafir(suul khatimah)”.,kata Rabi’ah bertanya.Jawab Hasan Al basri:”Yang kau tanyakan itu hal yang ghaib, mana aku tahu..”. “Bagaimana pendapatmu,kalau nanti aku sudah di masukkan kedalam kubur dan mungkar-nakir bertanya kepadaku,apakah aku sanggup menjawab atau tidak..” “Itu persoalan ghaib lagi”.Jawab Hasan Al Basri.

“Kalau seluruh manusia di giring di MAUQIF (padang mahsyar) pada hari kiamat kelak,dan buku buku catatan amal yang dilakukan oleh malaikat HAFAZHAH beterbangan dari tempat penyimpanannya di bawah ‘arsy.Kemudian buku buku catatan itu di berikan kepada pemiliknya.Sebagian ada yang melalui tangan kanan saat menerima dan sebagian lagi ada yang lewat tangan kiri dalam menerimanya.Apakah aku termasuk orang yang menerimanya dengan tangan kanan atau tangan kiri..?,tanya Rabi’ah. “Lagi lagi yang kau tanyakan hal yang ghaib”,jawab Hasan Al Basri.Tanya Rabi’ah sekali lagi:”Manakala pada hari kiamat terdengar pengumuman bahwa,sebagian manusia masuk surga dan sebagian yang lain masuk neraka,apakah aku termasuk ahli syurga atau ahli neraka..?”.”Pertanyaanmu yang ini juga termasuk persoalan yang ghaib”,jawab Hasan Al basri.

Rabi’ah berkata :”Bagaimana orang yang mempunyai perhatian kuat terhadap empat persoalan itu masih sempat mamikirkan nikah..?”.

Coba perhatikanlah kisah dialog tersebut.Betapa besar perasaan takut Rabi’ah Adawiyah terhadap persoalan itu.Kendati ia seorang sholehah.namun masih diikuti perasaan takut yang luar biasa jika akhir hayatnya tidak baik.

Diceritakan bahwa,Rabi’ah Adawiyah itu mempunyai tingkah laku yang berubah ubah.Suatu ketika perasaan cintanya kepada Allah begitu berat,hingga ia tidak sempat lagi berbuat apa-apa.Diwaktu lain ia kelihatan tenang nampak seperti tidak ada masalah,dan lain waktu ia kelihatan sangat takut dan cemas.

Suaminya menceritakan,suatu hari aku duduk sambil menikmati makanan.Sementara ia duduk di sampingku dalam keadaan termenung lantaran di hantui peristiwa kiamat. Aku berkata :”Biarkan aku sendirian menikmati makanan ini”. Ia menjawab aku dan dirimu itu bukanlah termasuk orang yang dibuat susah dalam menyantap makanan,lantaran mengingat akherat”.Lebih lanjut Ia berkata:”Demi Allah,sesungguhnya bukanlah aku mencintaimu seperti kecintaannya orang yang bersuami istri pada umumnya.hanyalah kecintaanku padamu sebagaimana kecintaan orang yang bersahabat”. Kalau Rabi’ah Adawiyah memasak makanan,Ia berkata:”Majikanku,makanlah masakan itu.Karena tidak patut bagi badanku kecuali membaca tasbih saja”.(yang di maksud majikan adalah suami dari Rabi’ah Adawiyah sendiri). Hingga suatu hari Rabi’ah berkata pada suaminya:”Tinggalkan diriku,silahkan kamu menikah lagi”.Hal itu dikatakan ketika suaminya masih hidup.Maka Aku (suaminya)pun menikah lagi dengan tiga orang perempuan.Saat itu Rabi’ah masih setia melayani keperluan suaminya,termasuk memasakkan makanan.Suatu hari Rabi’ah Adawiyah memasakkan daging untuk suaminya,Ia berkata:”Tinggalkanlah diriku dengan membawa kekuatan yang baru menuju istri-istrimu yang lain”.

Dikisahkan bahwa Rabi’ah Adawiyah juga mempunyai sahabat sahabat yang lain dari bangsa jin,yang sanggup mendatangkan apa saja yang di kehendakinya.Wali perempuan ini dalam kehidupannya dikenal pula mempunyai berbagai kekeramatan hingga wafatnya.Di antara kekeramatannya adalah bahwa pada suatu malam ada pencuri masuk menjarahi isi rumahnya.Ia sendiri masih terlelap tidur.Ketika pencuri itu hendak keluar dengan menjinjing barang-barang yang telah di kemasi,mendadak pintu rumahnya hilang semua.Pencuri itu lalu duduk disamping pintu yang di pandang semula belum lenyap.Tiba tiba saat itu terdengar suara halus menyapanya:”Letaakkan barang -barang yanga kau kemasi.Keluarlah dari pintu ini”. Ia pun segera meletakkan barang-barang yangtelah dikemasi.Mendadak pintu itu kelihatan lagi.Begitu ia melihat pintu maka ia segera menyambar lagi barang-barang hasil curian tadi.Tiba-tiba pintu itu hilang lagi seketika ia letakkan lagi barang hasil jarahannya.Pintu kelihatan lagi.Ia mengambil kembali barang haasil jarahannya.Pintu hilang lagi.Dan begitu seterusnya. Tiba-tiba terdengar lagi suara lembut menyapa :”Kalau Rabi’ah adawiyah tertidur,Tetapi Allah tidak tertidur dan tidak pula terserang rasa kantuk”, maka ia pun sadar.barang barang yang di kemasinya pun Ia tinggalkan,lalu ia pun keluar melalui pintu tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s