Kitab Klasik Nasihat Pernikahan (Bab 17-18)

BAB 17
FASAL 3

KEUTAMAAN SHALATNYA WANITA DIRUMAHNYA SENDIRI

Dalam bagian ini akan membicarakan tentangg keuytamaan shalatnya orang perempuan (istri)di rumahnya sendiri dan shalatnya itu lebih utama di banding shalat orang perempuan di masjid,sekalipun berjamaah dengan rasulullah.

Humaid As Sa’idi meriwayatkan tentang seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah perempuan itu bertanya:”Hai rasulullah,sesungguhny aku sangat senang jika shalat berjamaah denganmu”.Nabi menjawab:”Aku tau kamu senang shalat berjamaah denganku.Tetapi shalatmu di rumahmu sendiri lebih utama dari pada shalatmmu di kamarmu dan shalatmu di kamarmu lebih utama di banding shalatmu diserambi rumahmu dan shalatmu di serambi rumahmu lebih utama di banding shalatmu di masjidku ini”.

Yang demikian itu tidak lain untuk menjaga agar ketertutupan dirinya sebagai hak yang perlu di jaga. Rasulullah bersabda:”Sesungguhnya shalatnya orang perempuan di rumahnya lebih baik dari pada shalat di kamarnya,dan sesungguhnyalah shalatnya seorangperempuan di kamarnya lebih baik dari pada shalatnya di serambi rumahnya ,dan shalatnya seorang perempuan di serambi rumahnya itu lebih baik dari pada shalatnya di masjid”.(al hadits riwayat Al baihaqi dari Aisyah Ra)

Rasulullah saw bersabda :”shalat seorang perempuan di rumahnya lebih utama dari pada shalatnya di kamarnyadan shalatnya di dalam ruangan yang berada di tengah tengah rumahnya lebih baik dari pada shalatnya di serambi rumahnya”.Diriwayatkan oleh abi daud dari ibnu mas’ud dan riwayat Al hakim dari Ummu salamah.

Rasulullah Saw bersabda:”SHALAATUL MAR-ATI WAHDAHAA TAFDHULU ‘ALAASHALAATIHAA FIL JAM’I BIKHAMSIN WA’ISYRIINA DARAJATAN”. Shalatnya seorang wanita sendirian menyamai shalatnya dalam berjamaah denga memperoleh dua puluh lima derajat “.(di riwayatkan oleh Ad Dailami dari ibnu ‘umar)

Menurut suatu pendapat ,shalat seorang wanita yang demikian itu berlaku bagi perempuan yang masih lajang,yakni belum kawin.

Rasulullah Saw bersabda :”INNA AHABBA SHALAATIL MAR-ATI ILALLAAHI FIIASYADDI MAKAANIN FII BAITIHAA” “Sesungguhnya shalat seorang wanita yang paling di sukai Allah adalah yang di laksanakan di dalam rumahnya yang gelap”.

Rasulullah Saw berssabda :”seseungguhnya seorang istri yang keluar rumah,padahal tidak ada kebutuhan yang teramat mendesak,maka syethan terus memperhatikan dan mengikutinya.Syetan berkata:”Jangan kau sia-siakan setiap melewati seseorang kecuali ia kagum padamu”.lalu wanita itu mengenakan busananya.Ketika di tanya suaminya :”Hendak kemana kamu..?”.ia menjawab:”Aku hendak membesuk orang sakit,atau aku hendak mendatangi upacara pemberangkatan jenazah atau aku hendak shalat di masjid”.Padahal tidak ada ibadah seorang perempuan yang lebih sempurna kepada tuhannya kecuali yang di kerjakan di rumahnya sendiri”.

Diriwayatkan dari Abu Syaibani bahwa ,ia melihat Abdullah bin Asy Syayab menghalau perempuan perempuan dari masjid di hari jum’at IAberkata:”Keluarlah kalian kerumah masing masing.Hal itu Jauh lebih baik bagi kamu”.Di riwayatkan oleh sulaiman Al ‘Lakhami dari Ath Thabrani

Di riwayatkan ada seorang perempuan yang berlalu dekat dengan abu hurairah Ra. Ia berbau sangat harum semerbak.Abu hurairah bertanya:”Hai perempuan hendak kemana kamu..?”.Ia menjawab:”Hendak ke masjid”.Abu hurairah melanjutkan:”Kau mengenakan wewangian..?”.Ia menjawab :”Yaa”.Abu hurairah berkata:”Kembalilah,mandi dulu.Sebab aku pernah mendengar bahwa rasulullah Saw bersabda:”Allah tidak akan menerima shalat seorang perempuan yang keluar menuju masjid dengan membawa aroma yang semerbak harum sehingga ia pulang kembali lantas mandi”.(Al hadits)

Yang di maksud mandi dalam hadits itu adalah menghilangkan bau harum yang di timbulkan dari bau minyak wangi tersebut.jadi maksudnya tidak di hususkan pada mandinya melainkan upaya menghilangkan bau wangi tersebut.

Rasulullah Saw besabda :”AL MUKHTALI’ATU WAL MUTABARRIJAATU HUNNAL MUNAAFIQAATU”. “Perempuan perempuan yang minta cerai suaminya tanpa ‘udzur dan perempuan perempuan yang memperlihatkan perhiasan (dandananya)kepada orang bannyak mereka termasuk munafik”.(Diriwayatkan oleh Abu na’im dan Ibnu mas’ud)

BAB 18

LARANGAN BERHIAS DA N BERBUSANA BERLEBIHAN

Di riwayatkan dari Aisyah Ra,katanya ketika Rasulullah Saw sedang duduk beristirahat di masjid,tiba tiba ada seorang perempuan golongan muzainah terlihat memamerkan dandanannya di masjid sambil menyeret nyeret busana panjangnya Rasulullah Saw bersabda:”Hai sekalian manusia ,laranglah istri istrimu (termasuk anak anak remaja perempuan yang mereka miliki)mengenakan dandanan seraya berjalan angkuh di dalam masjid.Sesungguhnya Bani Israil tidak akan dilaknati sehingga kaum perempuan mereka dandanan menyolok(berlebihan)dan berjalan di dalam masjid.(Di riwayatkan Ibnu majah)

Rasulullah Saw bersabda:”mana saja seorang perempuan yang mengenakan wewangian, kemudian keluar rumah lalu melewati orang banyak dengan maksud agar mereka mencium bau harumnya,maka perempuan itu termasuk golongan perempuan yang berzian dan setiap mata yang memandang itu melakukan zina (diriwayatkan Ahmad Annasai dan Al HAkim dari Ibnu abu Musa Al Asy’ari)

Rasulullah Saw bersabda :”Aku melihat di sorga ,ternyata sebagian besar isinya (yakni penghuninya )adalah golongan orang fakir.Dan aku melihat neraka ternyata sebagian besar penghuninya kulihat dari golongan orang perempuan”.(Dir iwayatkan oleh Ahmad,Muslim,Turmudzi,dari Anas dan diriwayat oleh bukhori dan Turmudzi dari Imran bin Hashin)

Yang demikian itu di sebabkan karena,mereka sedikit sekali menaati Allah ,menaati Rasul-NYA dan menaati suaminya.Sebaliknya mereka lebih suka memamerkan dandannannya (tabaruj).

Dalam pengertiannya yang di sebut “tabaruj” adalah seorang perempuan apabila bermaksud keluar rumah mengenakan pakaian yang lebih bagus dan berdandan mencolok yang tidak biasanya seperti itu.Ia keluar itu dapat mengganggu kaum lelaki,Kalaupun ia bisa menyelamatkan diri,tetapi kaum lelaki tidak akan selamat dari sikapnya.Karena itu Nabi Muhammad Saw menngingatkan bahwa,orang perempuan itu segala aurat.

Rasulullah Saw bersabda :”Orang perempuan itu segala aurat.Apabila kelluar rumah maka syetan memperhatikannya terus untuk menyesatkannya.Dan yang lebih mendekatkan seorang perempuan kepada Allah adalah jika berada di rumahnya”.

Dalam Riwayat lain di jelaskan:”Orang perempuan itu segala aurat,maka pingitlah mereka,Karena manakala seorang perempuan keluar jalan,dan keluarganya berkata:”hendak kemana kamu..?”.Ia menjawab:”aku hendak membesuk orang sakit,atau aku hendak mengiringi jenazah,maka tidak henti hentinya syetan menggodanya hingga ia mengeluarkan lengannya (yakni ia mengeluarkan sebagian tubuhya).Tidak ada perempuan yang berusaha memperoleh keridhoan Allah seperti kalau dirinya tinggal di rumah,menyembah Tuhannya dan meaati suaminya’.

Hatim Al Asham mengatakan,Wanita sholehah itu menjadi tiangnya agama dan sebagai pemakmur(yang meramaikan)rumah serta membantu suamimelaksanakan ketaatan pada Allah.Sebaliknya perempuan yang suka melanggar hukum,dapat menghancurkan hati suaminya dengan tertawa.

Abdullah bin ‘umar Ra mengatakan:”Tanda tanda perempuan yang shalihah adalah,jika mempunyai kecintaan takut pada Allah dan bersikap qona’ah (menerima apa adanya)terhadap apa yang di berikan Allah.Ia di hiasi sifat pemurah terhadap perkara yang di miliki,ibadahnya baik,berbakti pada suami dan gemar mempersiapkan diri beramal shalih untuk persiapan mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s