Rahmat Dan Kasih Sayang (Tanbihul Ghafilin)

JILID 2 Bab Rahmat Dan Kasih Sayang (Tanbihul Ghafilin)

Al-Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Sayyidina Ibn Abbas Radiyallahu’anhuma berkata : bahawasanya Wahsyi yang membunuh Sayyidina Hamzah Radiyallahu’anhu, paman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menulis surat kepada Baginda Shallahu ‘Alahi wa Sallam dari Mekkah : Sesungguhnya saya ingin masuk Islam, tetapi terhalang oleh satu ayat : yaitu Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
Dan mereka yang tidak mempersekutukan Allah dengan Tuhan yang lain, dan tidak membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina, dan barangsiapa yang berbuat yang demikian itu , maka ia menanggung dosa. (Al-Furqan : 68)

Continue reading

Fadhilat Hari Asyuraa’ (Tanbihul Ghafilin)

JILID 2 Bab Fadhilat Hari Asyuraa’ (Tanbihul Ghafilin)

Siapa yang puasa pada hari Asyura’ (sepuluh) Muharram maka Allah akan memberi kepadanya pahala sepuluh ribu Malaikat, dan siapa yang puasa hari asyura (sepuluh) muharram maka akan diberi pahala sepuluh ribu orang berhaji dan umrah dan sepuluh ribu orang mati syahid, dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari asyura maka seolah-olah memberi buka semua ummat Muhammad s.a.w dan mengenyangkan perut mereka. Sahabat bertanya : ya Rasulullah, Allah telah melebihkan hari asyura dari lain-lain hari. Jawab Nabi s.a.w “benar. Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari asyura dan menjadikan bukit-bukit pada hari asyura dan menjadikan laut pada hari asyura dan menjadikan lauh, qalam pada hari asyura, dan menjadikan surga serta memasukkan Adam di surga pada hari asyura dan lahir nabi Ibrahim pada hari asyura dan Allah menyelamatkannya dari api hari asyura dan menenggelamkan Fir’aun pada hari asyura, dan menyembuhkan bala’ Nabi Ayyub pada hari asyura dan Allah memberi taubat kepada Adam pada hari Asyura dan di ampunkan dosa Nabi Daud juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari asyura dan akan terjadi kiamat pada hari asyura”

Continue reading

LARANGAN BERDUSTA (TANBIHUL GHAFILIN)

JILID 1 BAB LARANGAN BERDUSTA | TANBIHUL GHAFILIN

Dari Abul Laits Assamarqandi sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud ra . Rasulullah saw bersabda ” biasakan kamu berkata benar karena kebenaran itu menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga,dan seseorang itu selalu berkata benar sehingga dicatat disisi Allah shiddiq,dan awaslah kamu dari dusta,karena dusta itu menuntun kepada lacur (kejahatan) dan kejahatan itu menuntun kedalam neraka,dan seseorang itu biasa berdusta sehingga dicatat di sisi Allah pendusta”
Dari Abul Laits Assamarqandi sanadnya dari Shafwan bin Sulaim” Rasulullah saw ditanya:apakah orang mukmin dapat menjadi penakut?. jawabnya iya, ditanya pula:apakah mungkin seorang mukmin itu pendusta? jawab Nabi saw:tidak ” Continue reading