DI ANTARA DUA ISTIGHFAR

“Manakala kita berdosa, Allah murka kepada kita. Dan kalau kita membawa dosa-dosa kita yang di luar sembahyang ke dalam sembahyang, bermakna kita menyembah Allah dalam keadaan Dia sedang murka kepada kita.”

Adalah lebih patut kita beristighfar dan meminta ampun kerana kita sangat-sangat tidak berakhlak, tidak beradab dan tidak bersopan di hadapan Tuhan semasa di dalam sembahyang.”

Istighfar bererti meminta maaf, meminta ampun dan bertaubat kepada Allah. Di sini ingin diceritakan tentang dua istighfar.

Istighfar pertama :

Istighfar yang pertama ialah sebelum solat atau sebelum sembahyang, iaitu sebelum takbiratul ihram.

Istighfarlah dan bertaubatlah sebanyak -banyaknya dan sepuas-puasnya. Istighfarlah sehingga hati kita terasa kenyang, tenang dan tenteram.

Semoga dengan itu Allah ampunkan dosa-dosa kita.Supaya kita tidak membawa dosa-dosa kita yang di luar sembahyang ke dalam sembahyang kita.

Antara sebabnya ialah:

1. Manakala kita berdosa, Allah murka kepada kita . Dan kalau kita membawa dosa-dosa kita yang di luar sembahyang ke dalam sembahyang, bermakna kita menyembah Allah dalam keadaan Dia sedang murka kepada kita.

2. Manakala kita berdosa dan tidak bertaubat dari dosa-dosa itu, kita sebenarnya orang yang derhaka dengan Tuhan . Kalau kita sembahyang juga tanpa kita bertaubat dari dosa-dosa tersebut maka sembahyang kita ialah sembahyang orang yang derhaka dengan Tuhan.

3. Kalau kita berdosa dan kita tidak mahu bertaubat dari dosa-dosa itu, kita ialah orang yang angkuh dan sombong dengan Tuhan . Kalau dalam keadaan itu kita bersembahyang, maka sembahyang kita ialah sembahyang orang yang angkuh dan sombong, bukan setakat angkuh dan sombong kepada manusia yang mungkin boleh dianggap ringan sedikit, tetapi angkuh dan sombong dengan Allah itu sendiri iaitu Tuhan yang hendak kita sembah.

4. Di dalam sembahyang, kita banyak berdoa. Kalau kita membawa dosa, Allah murka kepada kita . Bagaimana kita dapat berdoa kepada Tuhan yang sedang murka dengan kita. Apakah peluang bagi doa-doa kita itu dimakbulkan Tuhan? Kalau Allah tidak makbulkan doa-doa kita kerana Dia sedang murka kepada kita, mungkin kita akan selamat. Tetapi kalau Allah makbulkan juga doa dan permintaan kita dalam sembahyang dalam keadaan Dia sedang murka dengan kita, maka apa sahaja yang Allah kurniakan itu akan menjadi istidraj. Iaitu ia akan menjadi nikmat yang Allah kurniakan dengan marah. Ia akan menjadi nikmat yang tidak diiringi dengan rahmat dan kasih sayang Tuhan. Di hujungnya nanti, kita akan jadi kufur nikmat.

5. Bagaimana pula hendak kita sembah Tuhan dalam keadaan kita sedang derhaka kepada-Nya kerana dosa-dosa kita yang tidak terampun . Kalau kita mengadap dan menyembah raja atau sultan manusia di dunia ini pun, dalam keadaan kita derhaka kepadanya, mungkin dia tidak mahu tengok kita. Kalau tengok pun, mungkin diherdik dan dimaki hamunnya kita. Atau mungkin dia akan terus tangkap dan hukum kita.

6. Bagaimana pula akan kita sembah Tuhan kalau kita angkuh dan sombong dengan-Nya kerana tidak mahu bertaubat dari dosa-dosa kita. Angkuh dan sombong itu bukan sifat hamba. Ia sifat Tuhan . Bagaimana boleh kita bersifat sombong dan angkuh dan kemudian mahu menyembah Tuhan. Ketika itu kita bukan lagi hamba. Kita tidak tawadhuk dan tidak merendah diri di hadapan Tuhan. Ketika itu kita seolah-olah mahu menyamai atau menandingi Tuhan. Dalam keadaan ini, bolehkah sembahyang kita itu dianggap sebagai satu penyembahan atau satu pengabdian. Adakah ketika itu kita benar-benar sedang sembahyang dan sedang mengabdikan diri kepada Tuhan?

Inilah di antara sebab mengapa sembahyang itu gagal untuk menghidupkan rasa-rasa bertuhan dan rasa-rasa kehambaan dalam diri orang yang bersembahyang. Kerana dalam sembahyang, mereka dimurkai Tuhan, mereka derhaka, dan mereka sombong dan angkuh dengan Tuhan. Bila sembahyang tidak khusyuk dan rasa-rasa bertuhan dan rasa-rasa kehambaan tidak timbul atau tidak wujud di dalam sembahyang, maka sembahyang itu tidak ada nilai dan tidak ada erti apa-apa. Ia tidak mendidik hati kita dan tidak akan dapat menjauhkan kita dari perkara-perkara yang keji dan yang mungkar.

Continue reading

Tata Cara, Syarat Jamak dan Qasar Sholat

Tata Cara Jama’ Shalat

Yang dimaksud dengan shalat jama’ ialah mengumpulkan dua shalat fardlu dikerjakan dalam satu waktu shalat. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat dhuhur dengan ashar dan magrib dengan isya’.Shalat jama’ ada 2 (dua) macam, pertama jama’ taqdim ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya dhuhur atau melakukan shalat maghrib dan isya’ pada waktunya maghrib. Kedua, Jama’ ta’khir ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya shalat ashar atau melakukan shalat maghrib dan isya’ pada waktunya shalat isya’.

Syarat-syarat jama’ taqdim ada 4 (empat): Pertama, tartib maksudnya mendahulukan shalat yng pertama dari pada yang kedua seperti mendahulukan shalat dhuhur dari pada ashar, atau mendahulukan maghrib dari pada isya’. Continue reading

SENYUM :)

Rabu, 09/04/2014 03:02
Dengan santai sambil beristirahat setelah menyiangi rumput di sawahnya, Pak Jufri dan anak laki-lakinya Yanto berbincang soal penghitungan cepat atau quick count yang makin ramai di zaman reformasi ini. Kebetulan Yanto sedang liburan kuliah semester lima, jadi bisa membantu Ayahnya di sawah.
Ahad, 23/03/2014 07:01
Kiai Qosim menugaskan Didin, santrinya asal Makassar untuk menjaga empang ikannya yang sering kecolongan anak-anak penduduk setempat. Seketika itu, Kiai Qosim melakukan sidak sembari menemani Didin yang memang ditugaskan sendirian. “Kasihan juga dia,” gumam Kiai Qosim.
Jumat, 14/03/2014 15:01
Memang benar, anak kecil itu selalu jujur. Terbukti saat sebuah keluarga sedang bersilahturahmi di ndalem kiai. Seorang anak dari keluarga tersebut yang berumur kurang dari 3 tahun disuruh ibunya untuk membuang plastik sisa makanan yang disuguhkan untuk mereka ke tempat sampah. Sebut saja nama anak itu Andi.
Jumat, 07/03/2014 03:01
Seseorang tamu berjenggot dan celana cingkrang bertamu ke rumah kiai di salah satu pesantren tahfid Al-Qur’an. Ada apa gerangan? Ia mengkritik kiai karena hanya mengajarkan menghafal Al-Qur’an kepada para santrinya tanpa memahami artinya.
Jumat, 28/02/2014 05:01
Karena kondisi fisik tidak sehat, Gus Dur dilarang oleh dokter pribadinya untuk bepergian jauh dengan menggunakan pesawat terbang. Ya. Tapi kali ini Gus Dur bepergian menggunakan kereta api.
Rabu, 19/02/2014 16:01
Di saat semua orang berlarian menghindar, satu wartawan berusaha mewawancarai seorang nenek. Di tengah membumbungnya abu vulkanik Kelud yang begitu tebal, muka si nenek dan wartawan pun tampak seperti di‘meck-up’ tidak karuan.
Ahad, 16/02/2014 05:29
“Ke Nggading berapa, Kang?” Mbah Zainal Abidin Munawwir, Krapyak, menawar becak. “Monggo mawon. Terserah panjenengan, Mbah”, tukang becak pasrah karena sudah kenal.
Sabtu, 25/01/2014 01:03
Ini cerita Kiai Muhammad Nafi, ketua Pesantren Al-Hikam Malang  yang juga Wakil Syuriyah NU Kota Malang Jawa Timur.
Ahad, 19/01/2014 03:15
Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.
Rabu, 15/01/2014 14:02
Seorang yang konon dipanggil sebagai ustaz, hendak bersilaturahim ke rumah temannya di daerah Solo. Karena baru datang di Solo, ia memanggil taksi untuk mengantarkan ke alamat yang dituju.
Selasa, 14/01/2014 03:30
Ada seorang santri bertanya kepada kiainya.

“Pak kiai, saya bingung, kenapa kok di jaman saat ini ada laki-laki yang berpakaian perempuan?”

Jumat, 10/01/2014 05:02
Suatu hari di dalam kelas fiqih. Pak guru sedang menerangkan bab shalat jenazah. “Jadi, tata cara shalat jenazah itu sedikit beda dengan shalat pada umumnya!” kata guru menerangkan.
Rabu, 08/01/2014 15:02
HUMOR GUS DUR
Suatu ketika pelari asal Suriah berhasil merebut medali emas Olimpiade. Dunia terkejut. Mengapa Suriah bisa juara? Gus Dur punya jawabannya.
Ahad, 05/01/2014 12:06
HUMOR GUS DUR
Gus Dur bercerita tentang situasi Rusia, tidak lama setelah Uni Soviet bubar. Sosialisme hancur, dan para birokrat belum punya pengalaman mengelola sistem ekonomi baru, pasar bebas. Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi semua orang kebagian jatah. Para birokratnya sudah berpengalaman dalam hal bagi-membagi.

Continue reading